SERANG,BANTENEKSPRES.CO.ID – Satuan Tugas Makan Bergizi Gratis (MBG) Provinsi Banten masih mengejar terkait kuantitas dari MBG yang kerap menjadi kekhawatiran masyarakat.
Asisten Daerah (Asda) I Provinsi Banten, Komarudin mengatakan, aspek kualitas ini menjadi perhatian serius agar setiap SPPG benar-benar memenuhi standar layak dan higienis.
“Kami ingin yang dibangun itu juga berkualitas. Jangan sampai hanya mengejar banyak, tapi aspek kontrol dan standarnya kurang. Itu tidak boleh terjadi,” katanya, Sabtu 1 November 2025.
Ia menuturkan, saat ini masih terdapat hambatan terkait koordinasi antar instansi di Provinsi Banten. Namun saat ini semua pihak terkait mulai bergerak bersama.
“Kami di provinsi bikin Satgas dan Sekretariat, BPS juga aktif, pusat pun ikut memantau bahan-bahannya, kemudian Ombudsman juga kemarin menyampaikan ingin ikut mengawasi. Jadi seluruh instansi gotong royong ya, karena memang manfaatnya besar di daerah,” tuturnya.
Komarudin menuturkan, sebelumnya pihaknya telah mengikuti rapat bersama Badan Gizi Nasional (BGN), yang diinisiasi oleh Badan Pusat Statistik (BPS) di hotel Aston Serang, belum lama ini.
Komarudin mengatakan, dalam rapat tersebut dibahas terkait monitoring dan evaluasi atau monev terkait pembangunan SPPG yang belum memenuhi target.
“Walaupun program ini belum selesai dalam hal ini pembangunannya ya, tapi proses Monev tetap perlu dilakukan supaya kita tahu sasarannya, capaian, serta hambatan yang ada,” katanya.
Ia menjelaskan, saat ini pembangunan SPPG di Banten sudah mencapai 551 unit atau sekitar 45 persen dari target 1.200 unit, dengan total penerima manfaat mencapai sekitar 1,5 juta orang.
“Kalau dihitung persentasenya baru sekitar 45 persen. Tahun ini memang tersisa waktu sedikit, tapi kami berupaya agar pembangunannya (SPPG-red) terus bertambah,” jelasnya. (*)











