Gotong Royong Sebagai Wujud Semangat Persatuan dan Kesatuan

Siswa SDN Balaraja II, melakukan aksi gotong royong di sekolah sebagai bentuk kepedulian dan juga mengajarkan siswa terhadap kebersamaan, Kamis 7 Agustus 2025. Randy/Bantenekspres.co.id

BALARAJA,BANTENEKSPRES.CO.ID – SDN Balaraja II, Kecamatan Balaraja, mengajak siswanya untuk melakukan aksi gotong royong dengan cara membersihkan lingkungan sekolah mulai dari halaman sekolah sampai dengan ke dalam kelas yang digunakan oleh siswa.

Gotong royong yang dilakukan, sebagai pembelajaran kepada siswa bahwa gorong royong sebagai wujud semangat persatuan dan kesatuan. Selain itu, dengan gotong royong sebagai salah satu wujud solidaritas untuk mencapai sesuatu tujuan sama dan juga bisa di bilang untuk meringankan sebuah pekerjaan dilakukan bersama agar cepat selesai.

Bacaan Lainnya

Kepala SDN Balaraja II Enung Supriatin mengatakan, dengan mengajak siswa bergotong royong termasuk dalam kegiatan kebersamaan dan juga gotong royong termasuk dalam sila ke dua. Bahakan, gotong royong termasuk salah satu budaya Indonesia untuk saling membantu.

“Jadi bukan hanya membersihkan lingkungan saja, tetapi ini salah satu pembelajaran kepada siswa untuk bisa bekerjasama. Karena gotong royong, salah satu budaya Indonesia yang harus terus dilakukan dan jangan sampai hilang. Maka itu, kami ajak siswa untuk melakukan gotong royong bersama,”ujarnya kepada Banteneskpres.co.id, Kamis 7 Agustus 2025.

Enung menambahkan, bahwa pihaknya juga mengingatkan kepada siswa bahwa gotong royong bukan hanya sekedar seremonial, tetapi ada makna dan juga ada arti setiap melakukan gotong royong. Selain itu, dengan gotong royong siswa juga mempunyai kebersamaan yang kuat antar siswa.

“Saya harap, dengan gotong royong ini siswa bisa mempunyai rasa kebersamaan antar siswa. Selain itu, dengan gotong royong siswa juga bisa saling menghargai dan punya rasa kepedulian terhadap lingkungan dan juga terhadap sesama,”paparnya.

Ia menjelaskan, para siswa juga terlihat antusias, karena bukan hanya siswa saja tetapi guru juga ikut melakukan aksi gotong royong. Hal tersebut, sebagai bentuk dukungan dan juga memberikan contoh kepada siswa agar mereka terbiasa di lingkungan mereka.

“Jadi, dengan gotong royong membiasakan mereka para siswa agar mereka bisa ikut gotong royong di lingkungan rumah mereka agar peduli dan bukan hanya sebagai penonton sajaa,”tutupnya. (*)

Reporter: Randy Yastiawan

 

 

Pos terkait