“Artinya kalau 100 hari pertama, dikerjakan dengan waktunya sedikit ya tidak mungkin langsung simsalabim kelihatan gitu, artinya butuh waktu,” pungkasnya.
Budi menekankan bahwa esensi 100 hari kerja justru terletak pada kapasitas pemimpin dalam menyusun konsep strategis. “Artinya di sinilah 100 hari kerja dibutuhkannya seorang leader ketika mempunyai konsep untuk disusun di 100 hari kerja,” pungkasnya. (ald)











