“Nah, tapi di pemerintahan saya, insya Allah kita akan tindak tegas dalam rangka untuk menyelamatkan ribuan warga,” sambungnya.
Di tempat yang sama, Ketua Satgas Percepatan Pembangunan dan Investasi Kota Serang, Wahyu Nurjamil mengungkapkan bahwa dari hasil pemantauan di lapangan, terdapat sekitar lima hingga tujuh titik bangunan yang berdiri di atas aliran sungai dan harus segera dibongkar. Lokasi-lokasi tersebut dinilai paling rawan menyebabkan penyumbatan aliran air dan memperparah banjir.
“Salah satu lokasinya ada warteg. Warteg itu juga berdiri di atas aliran air, nanti solusinya untuk warteg itu kita akan pindahkan ke Kepandean dagangnya,” kata Wahyu.
Sementara itu, untuk rumah-rumah warga yang terlanjur berdiri di atas saluran air, Wahyu menegaskan bahwa tetap harus mengikuti aturan yang berlaku. Ia menyampaikan bahwa tidak ada pengecualian dalam penegakan aturan, karena keberadaan bangunan di atas saluran air berisiko besar menghambat aliran dan memperburuk potensi banjir.











