Selain itu, Dinas PUPR juga merencanakan program pemeliharaan rutin terhadap 70 saluran irigasi dengan total panjang lebih dari 7.600 meter. Program ini digelontorkan melalui dana sekitar Rp800 juta.
Irvan menegaskan bahwa perbaikan tak bisa berhenti hanya pada bagian hulu. Saluran air harus dipastikan menjangkau hingga area persawahan agar benar-benar dirasakan manfaatnya oleh para petani.
“Kalau air cuma mengalir di mulut saluran, hasilnya tak akan optimal. Kami ingin perbaikan benar-benar efektif, bukan sekadar formalitas,” paparnya.
BACA JUGA: Intensitas Hujan yang Tinggi di Kabupaten Lebak, 3 Rumah Hancur Diterjang Longsor
Dade Apriandi, Kabid SDA Dinas PUPR Lebak mengatakan, pentingnya irigasi sebagai infrastruktur penopang ketahanan pangan nasional. Dengan masih banyaknya irigasi yang belum tertangani dan keterbatasan anggaran yang membelenggu, perbaikan menyeluruh menjadi tantangan besar yang harus dijawab secara bertahap oleh Pemkab Lebak.











