”Hari ini (kemarin), masih kita liburkan karena masih terendam. Yang terdampak ada 9 kelas termasuk ruang saya masih terendam air akibat drainase yang tidak berfungsi dan juga dampak dari mega proyek dari pihak PIK 2 yang saat ini masih berjalan,”ujarnya kepada Banten Ekspres, Selasa (21/1).
Romli menambahkan, saat ini belum ada penanganan dari pihak mana pun, padahal banjir tersebut terdampak dari proyek PIK 2. Menurutnya air yang datang ke sekolah adalah air yang berbalik arah saat hujan. Air dari proyek tersebut masuk ke sekolah yang ada di wilayah Kosambi termasuk selokan SDN III Salembaran.
”Sampai saat ini, belum ada yang datang untuk melihat kondisi sekolah. Baik dari kecamatan ataupun dari PIK 2, bagaimana sekolah berjalan dengan baik jika hujan saja banjir dampak dari mega proyek PIK 2,” paparnya.
Ia menjelaskan, kalau dibiarkan dan tidak ada penanganan, maka sekolah yang ada di sekitar proyek PIK 2 akan terus banjir saat hujan dan mengganggu KBM yang ada.










