TIGARAKSA, BANTENEKSPRES.CO.ID – Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kabupaten Tangerang terus mempercepat kegiatan preservasi jalan di sejumlah titik strategis. Perbaikan dilakukan melalui skema tambal sulam menggunakan material hotmix guna menjaga kondisi jalan tetap aman dan nyaman bagi pengguna.
Kepala DBMSDA Kabupaten Tangerang, Iwan Firmansah, mengatakan kegiatan ini difokuskan pada penanganan kerusakan seperti lubang dan retakan yang berpotensi membahayakan pengendara.
“Perbaikan dilakukan secara bertahap di berbagai ruas jalan prioritas dengan menggunakan aspal hotmix berkualitas, agar permukaan jalan kembali rata dan lebih tahan terhadap beban kendaraan,” ujarnya, Minggu 3 Mei 2026.
Ia menjelaskan, pekerjaan tersebut dilaksanakan oleh Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Jalan dan Jembatan (JJ) yang tersebar di sejumlah wilayah kerja.
Untuk UPTD JJ 2, penanganan dilakukan di ruas Lingkar Panongan, Jalan Cikupa–Serdang Kulon, Jalan Bitung–Cukanggalih, Jalan Curug–Cukanggalih, Curug–Carang Pulang, Curug–Panongan, serta Jalan Diklat Pemda.
Sementara UPTD JJ 3 menangani ruas Jalan Cikupa–Pasarkemis, Jalan Kawasan Industri–Dukuh Cikupa, Jalan Pasir Gadung–Pasir Jaya, Jalan Bitung–Kawasan Industri, serta Jalan Solear–Keramat–Megu.
Untuk wilayah UPTD JJ 4, perbaikan mencakup ruas Jalan Buniayu–Jengkol, Sempur Seradan–Pasir Gintung, Daar El Qolam–Ahmad Rifa’i, serta Ranca Gede–Jeunjing.
Adapun UPTD JJ 5 fokus pada ruas Jalan Kutajaya–Gelam Jaya dan Jalan Pasarkemis–Rajeg.
Di wilayah pesisir, UPTD JJ 6 menangani ruas Jalan Cijeruk–Pasilian, Jalan Cibaru–Sasak, serta Jalan Pagenjagan–Waliwis.
Selanjutnya, UPTD JJ 7 melakukan perbaikan di ruas Jalan Karang Serang–Buaran Asem, Jalan Cinamprak, serta Jalan Tanjakan Mekar–Tanjakan.
Sedangkan UPTD JJ 8 mengerjakan ruas Jalan Bojong Renged–Teluknaga, Jalan Kampung Melayu–Kebon Cau, Jalan Tegal Angus–Muara, serta Jalan Teluknaga–Tanjung Pasir.
Iwan menambahkan, percepatan preservasi jalan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam menjaga kelancaran mobilitas masyarakat, terutama menjelang perubahan cuaca ekstrem yang berpotensi mempercepat kerusakan infrastruktur.
“Dengan perbaikan ini, kami berharap aktivitas masyarakat tetap berjalan lancar dan risiko kecelakaan akibat jalan rusak dapat diminimalkan,” tandasnya. (*)











