SERANG, BANTENEKSPRES.CO.ID – Bau menyengat yang diduga berasal dari pencemaran limbah di aliran anak sungai kawasan Terminal Pakupatan, Kota Serang, masih dikeluhkan warga. Hingga kini, pemerintah melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Serang tengah melakukan verifikasi lapangan dan pengujian sampel air untuk memastikan sumber pencemaran.
Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (PPLH) DLH Kota Serang, Nurmainah, mengatakan pihaknya saat ini masih melakukan proses penelusuran sumber bau.
“Untuk sekarang sedang dalam proses verifikasi dan pencarian sumber bau. Sementara untuk hasil pengujian air, baru bisa diketahui beberapa hari ke depan,” ujarnya, Senin 4 Mei 2026.
Sementara itu, Ketua RT 03/RW 04 Lingkungan Terminal Pakupatan, Kelurahan Penancangan, Tito, menyebutkan bahwa petugas telah mengambil sampel air sungai untuk dilakukan uji laboratorium. “Mereka ngambil air kali buat sampel, mau diuji lab, airnya mengandung limbah atau apa,” katanya.
Menurut Tito, hingga saat ini kondisi air sungai masih mengeluarkan bau menyengat meski secara visual terlihat normal.
“Sekarang masih bau. Sudah hampir seminggu. Warna airnya normal, tapi kita tidak tahu apakah mengandung limbah atau tidak,” ungkapnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa kejadian serupa pernah terjadi sebelumnya. Saat itu, sumber pencemaran diduga berasal dari aktivitas pabrik peternakan hewan di sekitar wilayah tersebut.
“Dulu pernah kejadian seperti ini, sumbernya dari pabrik peternakan hewan,” tambahnya.
Warga berharap hasil uji laboratorium segera keluar agar sumber pencemaran dapat dipastikan dan ditindaklanjuti, sehingga tidak terus berdampak pada lingkungan dan kesehatan masyarakat sekitar. (*)
Reporter: Aldi Alpian Indra









