Guru dan Siswa Dilarang Komentari Politik di Medsos

Guru
IMBUAN: SMPN 2 Kosambi melarang siswa dan guru dalam permasalahan politik di media sosial pasca pemilu presiden. (Credit: Randy/Banten Ekspres)

Kusnandar menambahkan, tidak hanya siswa, guru yang ada di SMPN 2 Kosambi juga dilarang dalam permasalahan politik. Wa­laupun mempunyai hak karena usia telah mencukupi, lebih baik di hindari dan tidak ikut campur.

”Guru juga kami larang, jangan sampai guru juga terlibat politik praktis dan juga terlibat dalam keramaian suasana yang ada saat ini. Kita, sebagai tenaga pengajar harus netral dan tidak perlu ikut campur permasalahan yang ada,” paparnya.

Bacaan Lainnya

Ia menjelaskan, pihaknya terus mengingatkan permasalahan tersebut, karena tidak mau SMPN 2 Kosambi di sebut dalam sengketa politik ataupun hal lainnya. Lebih baik, medsos digunakan dengan baik dan bijak.

”Maka itu, kita harus bijak dalam mengakses me­dia sosial. Dan ha­rus bisa memfilter apa saja ke­giatan yang negatif. Karena, bisa memba­hayakan jika salah meng­gunakan media sosial,” tutupnya.

Reporter: Randy Yasetiawan

Pos terkait