Kusnandar menambahkan, tidak hanya siswa, guru yang ada di SMPN 2 Kosambi juga dilarang dalam permasalahan politik. Walaupun mempunyai hak karena usia telah mencukupi, lebih baik di hindari dan tidak ikut campur.
”Guru juga kami larang, jangan sampai guru juga terlibat politik praktis dan juga terlibat dalam keramaian suasana yang ada saat ini. Kita, sebagai tenaga pengajar harus netral dan tidak perlu ikut campur permasalahan yang ada,” paparnya.
Ia menjelaskan, pihaknya terus mengingatkan permasalahan tersebut, karena tidak mau SMPN 2 Kosambi di sebut dalam sengketa politik ataupun hal lainnya. Lebih baik, medsos digunakan dengan baik dan bijak.
”Maka itu, kita harus bijak dalam mengakses media sosial. Dan harus bisa memfilter apa saja kegiatan yang negatif. Karena, bisa membahayakan jika salah menggunakan media sosial,” tutupnya.
Reporter: Randy Yasetiawan











