CIPUTAT,BANTENEKSPRES.CO.ID – Pemkot Tangsel akan membangun Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 26 pada tahun 2026. Sekolah tersebut rencananya dibangun di kawasan Kelurahan Serua Indah, Kecamatan Ciputat.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Tangsel Deden Deni mengatakan, pembangunan SMPN 26 menjadi salah satu prioritas tahun ini dengan memanfaatkan aset milik pemerintah daerah.
“Kita fokus membangun SMPN 26 tahun ini. Lahannya menggunakan bekas sekolah Taruna Bangsa yang merupakan aset Pemkot Tangsel,” ujarnya kepada BANTENEKSPRES.CO.ID, Kamis (16/4).
Deden menambahkan, pembangunan sekolah tersebut ditargetkan mulai berjalan tahun ini dengan kapasitas maksimal. SMPN 26 dirancang mampu menampung hingga 11 rombongan belajar (rombel) per tingkat atau sekitar 33 kelas untuk tiga jenjang.
“Sekolah ini juga akan dilengkapi fasilitas penunjang seperti laboratorium, laboratorium komputer, laboratorium bahasa, ruang guru dan sarana lainnya,” tambahnya.
Menurutnya, lahan yang akan digunakan sebelumnya pernah dimanfaatkan sebagai gedung SMPN 23 dan SMPN 24, sehingga dinilai siap untuk segera dilakukan pembangunan.
Deden menambahkan, penambahan sekolah negeri dilakukan secara bertahap dengan tetap mempertimbangkan keberadaan sekolah swasta.
“Untuk sekolah lainnya masih kami hitung dan disesuaikan dengan kebutuhan,” jelasnya.
Selain SMPN 26, Dindikbud Kota Tangsel juga merencanakan pembangunan SMPN 25 dan SMPN 27 yang saat ini masih dalam tahap kajian. SMPN 27 direncanakan dibangun di Kelurahan Jombang, Kecamatan Ciputat, sementara SMPN 25 direncanakan berada di wilayah Kecamatan Pamulang.
Untuk pembangunan SMPN 27, saat ini masih menunggu proses penataan melalui skema penggabungan sekolah dasar. Nantinya, SDN Jombang 05 akan digabung dengan SDN Jombang 03, dan lahan eksisting akan dimanfaatkan untuk pembangunan sekolah baru.
“Lahan bekas SDN Jombang akan dibangun SMPN 27 dengan rencana tiga lantai,” ungkapnya.
Deden menilai, kebutuhan sekolah baru di wilayah Jombang cukup mendesak mengingat jumlah lulusan SD setiap tahun mencapai lebih dari 700 siswa, sementara daya tampung SMP negeri masih terbatas
Sementara itu, Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie menargetkan penambahan tujuh SMP negeri baru hingga tahun 2030. “Kita targetkan sampai 2030 ada penambahan tujuh SMP negeri di Tangsel. Saat ini jumlahnya masih 24 sekolah,” ujarnya.
Dengan penambahan tersebut, diharapkan akses pendidikan bagi masyarakat Kota Tangsel semakin merata dan mampu menampung jumlah lulusan SD yang terus meningkat setiap tahunnya. (*)











