TIGARAKSA, BANTENEKSPRES.CO.ID – Warga Perumahan Griya Sutera Balaraja mendesak pemerintah segera melakukan normalisasi Sungai Cimanceuri setelah banjir berulang kali melanda kawasan tersebut. Penyempitan dan pendangkalan sungai dinilai menjadi penyebab utama meluapnya air hingga merendam ribuan rumah warga.
Rosi Rosdianto Perwakilan Griya Sutera Balaraja mengatakan, pihaknya telah mengajukan permohonan normalisasi kepada Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS). Bahkan, warga bersama pengurus perumahan sempat mendatangi langsung kantor BBWS untuk menyampaikan keluhan tersebut.
“Kalau dari kami menyarankan untuk normalisasi Sungai Cimanceuri ke BBWS. Kami juga sudah melayangkan surat, dan alhamdulillah minggu kemarin tim BBWS sudah menyurvei titik-titik yang akan dinormalisasi,” ujarnya usai Rapat Dengar Pendapat di Kantor DPRD Kabupaten Tangerang, Kamis 16 April 2026.
Menurutnya, kondisi Sungai Cimanceuri saat ini sudah mengalami penyempitan dan pendangkalan akibat sedimentasi yang terjadi selama bertahun-tahun. Akibatnya, saat terjadi kiriman air dari hulu, terutama dari wilayah Bogor, air dengan mudah meluap ke permukiman warga.
“Karena sudah lama tidak ada normalisasi, aliran sungai jadi menyempit dan dangkal. Dampaknya besar, sepanjang aliran sungai itu banyak perumahan dan rumah warga,” katanya.
Banjir yang terjadi di kawasan tersebut tercatat telah berdampak pada lebih dari 1.000 kepala keluarga. Bahkan, dalam beberapa kejadian, ketinggian air mencapai hampir satu meter dan masuk ke dalam rumah warga.
“Yang terdampak sekitar 1.000 lebih KK. Banjirnya sudah hampir lima kali sejak 2023. Paling tinggi kemarin hampir satu meter masuk ke rumah,” ungkapnya.
Rosi menjelaskan, banjir tidak hanya dipicu hujan deras, tetapi juga kiriman air dari Sungai Cimanceuri. Saat debit sungai tinggi, air dari kawasan perumahan tidak dapat mengalir keluar karena kondisi lingkungan yang dikelilingi air.
“Kalau debit Sungai Cimanceuri tinggi, air tidak bisa keluar. Ditambah hujan deras, akhirnya sungai meluap,” jelasnya.
Sebagai upaya penanganan sementara, kata dia, pihak pengembang telah membangun tanggul di sekitar perumahan serta menyediakan pompa air untuk mengurangi genangan. Namun, langkah tersebut dinilai belum cukup mengatasi banjir secara permanen.
Ia berharap normalisasi Sungai Cimanceuri dapat segera direalisasikan setelah survei dilakukan oleh BBWS. Selain itu, kata Rosi, pihak developer dan warga perumahan juga mendorong adanya kajian menyeluruh dan koordinasi antara pemerintah, BBWS, serta pengembang perumahan.
“Intinya kami berharap ada normalisasi dan kajian dari BBWS. Karena ini dampaknya sudah besar dan terjadi berulang,” ucapnya. (*)










