CIPONDOH, BANTENEKSPRES.CO.ID – Pemandangan berwarna di SDN Cipondoh 5 Tangerang dengan deretan sepeda yang tertata rapi di area parkir sekolah. Fenomena ini mencerminkan antusiasme siswa dalam mengadopsi moda transportasi ramah lingkungan sebagai bentuk efesiensi penggunaan Bahan Bakar Minyak (BBM).
Laporan: Muhammad Dhuyuf Khuzaimi/Bantenekspres.co.id
Langkah ini bukan sekedar tren saja, melainkan bentuk kepatuhan terhadap kebijakan pemerintah pusat dan daerah. Aturan mengenai pembatasan penggunaan kendaraan bermotor telah mulai disosialisasikan secara bertahap.
Syania, Operator SDN Cipondoh 5 Kota Tangerang, menjelaskan pihak guru dan staf telah mulai memberikan contoh nyata melalui program khusus di hari tertentu. Setiap hari Jumat, para pendidik diinstruksikan untuk tidak membawa kendaraan bermotor pribadi ke lingkungan sekolah. Kebijakan ini diambil sebagai langkah konkret dalam mengurangi polusi udara di area institusi pendidikan.
“Kalau gurunya malah di setiap hari Jumat enggak bawa kendaraan motor. Itu karena imbauan dari Mendikdasmen sama Perwal,” ujar Syania kepada bantenekspres.co.id, Kamis 16 April 2026.
Meski kebijakan bagi guru baru bersifat mingguan, bagi para siswa, bersepeda telah menjadi kebiasaan harian. Lokasi sekolah yang strategis dan dikelilingi oleh banyak pemukiman penduduk memudahkan para siswa untuk menjangkau sekolah dengan sepeda tanpa perlu menempuh jarak yang terlalu jauh. Kondisi geografis ini sangat mendukung keberlanjutan budaya bersepeda di sekolah tersebut.
Syania mencatat, persentase siswa yang menggunakan sepeda cukup signifikan, terutama pada jam masuk sekolah sesi pagi. Ia memperkirakan, sekitar 20 hingga 40 persen siswa memilih untuk mengayuh sepeda sendiri atau berboncengan dengan sesama temannya. Hal ini pun membuat area parkir khusus sepeda selalu terisi penuh setiap harinya.
“Siswa mah banyak, karena kan sini banyak pemukiman, jadi banyak yang bawa sepeda. Ada yang boncengan juga, sepeda juga, adik-kakak,” tambahnya.
Kehadiran siswa yang bersepeda secara bersama-sama ini juga dinilai mempererat hubungan antar-rekan sejawat dan saudara kandung.
Pihak sekolah pun melakukan penyesuaian fasilitas untuk mengakomodasi tren positif ini dengan memisahkan area parkir. Pihak sekolah sekolah memastikan, sepeda siswa memiliki ruang yang aman dan tidak bercampur dengan area kendaraan bermotor milik tamu atau staf. Hal ini dilakukan demi kenyamanan dan ketertiban lingkungan sekolah selama kegiatan belajar mengajar berlangsung.
Di sisi lain, kebijakan ini juga dipandang sebagai cara efektif untuk melakukan penghematan penggunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di lingkungan keluarga besar sekolah. Dengan beralih dari motor ke sepeda, beban biaya transportasi harian dapat dikurangi secara drastis. Manfaat ekonomi ini menjadi nilai tambah di samping manfaat kesehatan bagi para penggunanya.
Melalui konsistensi dalam menerapkan imbauan bersepeda ini. SDN Cipondoh 5 Kota Tangerang berharap, dapat menjadi contoh bagi sekolah-sekolah lain di Tangerang.
Meskipun terdapat tantangan logistik bagi guru yang harus menghadiri rapat di luar sekolah, semangat untuk menjaga udara tetap bersih tetap menjadi prioritas utama. Pendidikan karakter tentang cinta lingkungan pun kini tersampaikan secara langsung melalui tindakan nyata. (*)











