Disdik Kota Tangerang Tinjau Penggunaan Aplikasi CBT dalam ASTS di SMP PGRI 2 Ciledug

Kabid SMP Dinas Pendidikan Kota Tangerang Nastasia Tri Setiyawati, didampingi Kepala SMP PGRI 2 Ciledug tengah monitoring pelaksanaan Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS) ganjil di SMP PGRI 2 Ciledug, pada Kamis, 24 September 2026.

 

TANGERANG, BANTENEKSPRES.CON.ID — Kepala Bidang (Kabid) SMP Dinas Pendidikan Kota Tangerang, Anastasia Tri Setiyawati, melakukan monitoring pelaksanaan Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS) ganjil di SMP PGRI 2 Ciledug, pada Kamis, 24 September 2026.

Bacaan Lainnya

Dalam peninjauan tersebut, Anastasia menyampaikan apresiasi tinggi terhadap kesiapan sekolah yang telah memanfaatkan teknologi secara mandiri dan konsisten.

Penggunaan Aplikasi CBT Cegah Kecurangan Siswa
Anastasia mengungkapkan bahwa penggunaan aplikasi Computer Based Test (CBT) di SMP PGRI 2 Ciledug sangat luar biasa dalam mendukung peningkatan kualitas peserta didik.

Melalui sistem aplikasi CBT yang diterapkan, pengerjaan asesmen oleh siswa dinilai jauh lebih murni karena sistem dirancang sedemikian rupa untuk mencegah kecurangan.

“Anak-anak mengerjakan asesmen itu dengan pemikiran sendiri, tanpa bisa melihat dari aplikasi lain, misalkan AI, Google, dan yang lain-lainnya. Jadi, memang yang mereka kerjakan itu murni dari hasil pemikiran anak-anak ini,” ujar Anastasia.

Ia menuturkan, Dinas Pendidikan Kota Tangerang mencatat bahwa SMP PGRI 2 Ciledug bukanlah pemain baru dalam pemanfaatan teknologi ujian berbasis digital. Sekolah ini tercatat telah lama berkomitmen menjalankan sistem CBT sejak tahun 2017.

Dikatakannya, Dinas Pendidikan menyatakan akan terus memberikan dukungan penuh agar kegiatan positif semacam ini dapat terus berlangsung guna mendorong mutu pendidikan di Kota Tangerang.

Disinggung mengenai peluang program ini menjadi percontohan, Anastasia menyebutkan, bahwa keberhasilan penerapan di SMP PGRI 2 Ciledug akan menjadi bahan pertimbangan penting bagi Dinas Pendidikan. Pihaknya berencana menginformasikan penerapan sistem serupa ke sekolah-sekolah lain di Kota Tangerang.

“Sistem ini terbukti memberikan keuntungan besar bagi peserta didik. Memang kita terus dituntut untuk mengikuti perkembangan zaman di bidang teknologi. Maka itu kita akan koordinasikan hingga diinformasikan ke sekolah-sekolah lainnya untuk mengadopsi metode asesmen berbasis CBT,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala SMP PGRI 2 Ciledug, Marsono menyampaikan, SMP PGRI 2 Ciledug telah mengimplementasikan sistem Asas Sumatif Tengah Semester (ASTS) serta berbagai bentuk penilaian lainnya menggunakan sistem digital sejak tahun 2017.

Menurut Marsono, pemanfaatan sistem digital ini mencakup seluruh jenis asesmen, mulai dari asesmen harian, tengah semester, akhir semester, hingga ujian sekolah.

“Kami menggunakan sistem digital ini sejak tahun 2017. Itu semua asesmen, bentuk asesmen, baik penilaian harian, akhir semester, bahkan juga ujian, itu sudah full dengan sistem ini, sistem asesmen yang kita gunakan dan kita lakukan di sekolah ini,” ujar Marsono.

Ia menilai, penerapan asesmen berbasis digital ini memiliki banyak keunggulan bagi siswa maupun pihak sekolah. Dikatakan, poin penting dari sistem ini sekolah bahwa sekolah terus mengikuti perkembangan zaman.

“Kita berusaha terus beradaptasi dengan kemajuan era teknologi digital,” ujarnya.

Penerapan sistem digitalisasi, lanjut Marsono, l siswa dituntut untuk lebih mandiri dalam mengerjakan soal asesmen karena sistem dirancang sedemikian rupa agar mereka tidak bisa mencontek. Sebab, dalam sistem ini siswa mendapatkan soal yang berbeda satu sama lain guna meminimalisir potensi kecurangan tersebut.

Marsono menambahkan, pihaknya menyadari bahwa perkembangan teknologi di era modern tidak dapat dicegah atau ditahan. Oleh karena itu, SMP PGRI 2 Ciledug memilih untuk terus berinovasi dan beradaptasi demi memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat, murid, serta orang tua wali murid. (*)

 

Pos terkait