SINDANGJAYA,BANTENEKSPRES.CO.ID — SDN Wanakerta III, Sindang Jaya terus berupaya mengikuti perkembangan teknologi dalam dunia pendidikan. Salah satunya dengan mulai menerapkan pembelajaran digital kepada para siswa sebagai bagian dari upaya meningkatkan kemampuan dan wawasan peserta didik dalam memanfaatkan teknologi untuk kegiatan belajar.
Program pembelajaran digital tersebut saat ini sudah mulai berjalan di lingkungan SDN Wanakerta III. Penerapannya dilakukan secara bertahap agar siswa dapat mengenal, memahami, dan terbiasa menggunakan perangkat serta sistem pembelajaran berbasis digital.
Kepala SDN Wanakerta III Yani Parlina Setiawati mengatakan, pembelajaran digital menjadi salah satu langkah sekolah dalam mempersiapkan siswa menghadapi perkembangan pendidikan yang semakin erat dengan teknologi.
“Pembelajaran digital sudah mulai kami terapkan di sekolah. Kami ingin anak-anak tidak hanya mendapatkan pembelajaran secara konvensional, tetapi juga memiliki wawasan dan pengalaman dalam menggunakan teknologi untuk belajar,” ujar Yani kepada Bantenekspres.co.id, Rabu 23 September 2026.
Menurutnya, pengenalan pembelajaran digital dilakukan secara bertahap dengan menyesuaikan kemampuan siswa. Hal tersebut penting agar siswa tidak merasa kesulitan ketika harus mengikuti kegiatan pembelajaran maupun ujian yang menggunakan sistem digital.
“Kami tidak langsung menuntut semua siswa harus bisa. Semuanya dilakukan secara bertahap. Anak-anak kami kenalkan terlebih dahulu, kemudian kami dampingi sampai mereka benar-benar memahami cara penggunaannya,” katanya.
Yani menjelaskan, kemampuan menggunakan teknologi dalam pembelajaran juga diharapkan dapat membantu siswa ketika nantinya mengikuti ujian berbasis digital.
“Harapan kami, ketika ada ujian yang menggunakan perangkat digital, anak-anak sudah tidak asing lagi. Mereka sudah memahami bagaimana cara mengoperasikan perangkat, membaca soal, memilih jawaban, dan mengikuti tahapan ujian dengan baik,” jelasnya.
Selain untuk mendukung kesiapan menghadapi ujian, pembelajaran digital juga menjadi sarana bagi siswa untuk memperoleh pengalaman baru dalam proses belajar.
“Teknologi sekarang menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Karena itu, sekolah juga harus memberikan wawasan kepada anak-anak mengenai pemanfaatan teknologi yang positif, khususnya untuk pendidikan,” ungkap Yani.
Ia menambahkan, penggunaan teknologi tetap diarahkan agar tidak menghilangkan nilai-nilai pembelajaran dasar yang selama ini diterapkan di sekolah.
“Kami tetap mengutamakan proses pembelajaran dan pendampingan dari guru. Digital ini menjadi alat bantu untuk memperkaya pembelajaran, bukan menggantikan peran guru,” tuturnya.
Yani berharap seluruh siswa dapat mengikuti program tersebut dengan baik dan terus meningkatkan kemampuan mereka.
“Kami ingin anak-anak semakin percaya diri. Kalau dari sekarang sudah dikenalkan dan dibiasakan, nantinya mereka akan lebih siap menghadapi perkembangan pendidikan dan teknologi,” pungkasnya. (*)











