SERPONG, BANTENEKSPRES.CO.ID – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Tangsel mencatat sebanyak 121 kunjungan sekolah tingkat PAUD dan TK sepanjang Januari hingga Mei 2026.
Kepala Bidang Pencegahan pada Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Tangsel Muksin mengatakan, dari 121 kunjungan tersebut, sebanyak 4.301 siswa dan 612 guru ikut terlibat dalam kegiatan edukasi yang digelar di kantor Damkarmat Tangsel.
“Dari Januari sampai Mei 2026 ada 121 kunjungan dari PAUD dan TK. Jumlah siswanya 4.301 dan guru 612 orang,” ujarnya kepada BANTENEKSPRES.CO.ID, Rabu, 23 September 2026.
Muksin menambahkan, setelah Mei tidak ada kunjungan sekolah karena memasuki masa libur. Menurutnya, kunjungan paling banyak berasal dari PAUD karena kegiatan tersebut merupakan bagian dari pendidikan nonformal.
Dalam kunjungan tersebut, petugas memberikan pengenalan mengenai tugas pemadam kebakaran dan keselamatan kepada anak-anak. Materi yang disampaikan antara lain tindakan yang harus dilakukan ketika terjadi kebakaran maupun saat menemukan hewan berbahaya seperti ular.
“Kalau ada kebakaran apa yang harus dilakukan anak-anak, kalau melihat ular apa yang harus dilakukan dan harus memberitahu orang tua,” tambahnya.
Salah satu kegiatan yang paling disukai anak-anak adalah ketika diajak menaiki mobil pemadam kebakaran dan berkeliling area kantor Damkarmat. Antusiasme semakin terlihat saat mereka mengikuti simulasi penyemprotan air menggunakan peralatan pemadam kebakaran.
Petugas juga memperkenalkan berbagai peralatan yang digunakan saat bertugas, mulai dari helm, jaket tahan panas, sarung tangan, sepatu khusus, selang pemadam hingga nozzle.
“Selang, nozzle, baju pemadam kebakaran hingga mobil damkar semuanya kami perkenalkan agar mereka mengetahui tugas dan peralatan yang digunakan petugas saat bekerja,” tuturnya.
Selain pengenalan peralatan, anak-anak juga diberikan edukasi mengenai bahaya kebakaran dan langkah sederhana untuk mencegah kebakaran di lingkungan rumah.
Materi keselamatan lainnya juga diberikan, termasuk ketika anak menemukan ular.
Anak-anak diimbau tidak mendekati atau memegang ular dan segera melaporkannya kepada orang tua atau orang dewasa. “Kalau bertemu ular jangan didekati atau dipegang. Segera laporkan kepada orang tua atau orang dewasa karena kita tidak tahu apakah ular tersebut berbahaya atau tidak,” ungkapnya.
Muksin menuturkan, kegiatan kunjungan edukasi ke kantor Damkarmat hampir berlangsung setiap hari ketika sekolah aktif. Selain memberikan pengalaman baru, kegiatan tersebut bertujuan menanamkan kesadaran mengenai keselamatan sejak usia dini.
Anak-anak juga diberikan kesempatan untuk bertanya dan mengikuti berbagai kegiatan secara interaktif sehingga edukasi mengenai keselamatan dapat disampaikan dengan suasana yang menyenangkan.
“Melalui kegiatan ini kami ingin mengenalkan profesi pemadam kebakaran sekaligus memberikan pemahaman tentang keselamatan kepada anak-anak sejak dini,” ungkapnya.
Tidak hanya siswa, guru dan orang tua yang mendampingi juga mendapatkan edukasi mengenai bahaya kebakaran dan langkah pencegahannya di rumah, termasuk penanganan awal menggunakan peralatan sederhana yang tersedia di lingkungan rumah. (*)











