Pemkot Tangerang Perkuat Eksistensi Organisasi Seni Budaya

Wali Kota Tangerang Sachrudin memberikan arahan sekaligus sambutan pada acara sosialisasi seni dan kebudayaan keagamaan di Patio Puspemkot Tangerang, Rabu (23/9). Dhuyuf/Banten Ekspres

TANGERANG, BANTENEKSPRES.CO.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang memperkuat eksistensi organisasi seni dan budaya keagamaan agar tetap berkembang di tengah pesatnya perubahan zaman dan teknologi.

Upaya tersebut dilakukan melalui sosialisasi seni dan kebudayaan keagamaan yang melibatkan sekitar 100 pimpinan, pengurus organisasi maupun anggota seni budaya dari 13 kecamatan dan 104 kelurahan di Kota Tangerang. Kegiatan tersebut berlangsung di Patio Pusat Pemerintahan (Puspem) Kota Tangerang, Rabu (23/9).

Bacaan Lainnya

Kegiatan tersebut menjadi wadah bagi para pelaku seni dan budaya untuk mendapatkan pembinaan sekaligus motivasi dalam mengembangkan organisasi dan potensi seni budaya yang dimiliki.

Wali Kota Tangerang Sachrudin mengatakan, keberadaan organisasi seni budaya memiliki peran penting dalam menjaga dan mengembangkan berbagai kesenian di Kota Tangerang. Karena itu, pembinaan perlu dilakukan secara berkelanjutan agar seni budaya tetap eksis dan mampu mengikuti perkembangan zaman.

“Bagaimana seni budaya di Kota Tangerang ini agar bisa tumbuh dan berkembang, ada daya tarik sendiri. Jadi bukan hanya dikenal oleh masyarakat Kota Tangerang, tapi juga kepada daerah-daerah lain bahkan mancanegara,” kata Sachrudin, Rabu (23/9).

Menurutnya, pengembangan seni budaya juga harus diiringi dengan upaya regenerasi. Pelaku seni dan budaya saat ini memiliki tanggung jawab untuk mentransfer pengetahuan serta keterampilan kepada generasi muda sebagai penerus.

“Bagaimana kita bisa mentransfer, menghadirkan seni budaya ini kepada generasi penerus, para generasi muda,” ujarnya.

Sachrudin menuturkan, penguatan kapasitas masyarakat menjadi salah satu tugas pemerintah. Hal itu dilakukan melalui berbagai pelatihan dan sosialisasi yang menyasar berbagai kelompok masyarakat, termasuk organisasi kemasyarakatan, pelaku usaha, seniman dan budayawan.

Ia berharap pembinaan yang diberikan dapat membuat organisasi seni budaya semakin adaptif terhadap perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.

“Ini sekarang kita lakukan kepada para seniman dan budayawan yang ada di Kota Tangerang untuk mengembangkan seni budaya yang ada sehingga bisa mengikuti perkembangan zaman,” katanya.

Sementara itu, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Asda I) Kota Tangerang Mulyani mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya Pemkot Tangerang dalam mendukung terwujudnya masyarakat yang sejahtera dan berakhlakul karimah.

Menurutnya, organisasi seni budaya tidak hanya berperan dalam melestarikan kebudayaan, tetapi juga dapat menjadi sarana syiar sekaligus membuka peluang ekonomi bagi para pelaku dan anggotanya.

“Kita ingin bahwa organisasi seni budaya ini terus bisa berkiprah, bisa eksis. Sehubungan dengan perkembangan teknologi, perkembangan zaman, bagaimana seni budaya ini terus bisa berkembang, bisa diwariskan sepanjang zaman,” ungkapnya.

Mulyani mencontohkan komunitas marawis dan qasidah yang dapat memperoleh pemasukan dari kegiatan pertunjukan. Aktivitas tersebut dinilai dapat memberikan manfaat ekonomi bagi pengurus maupun anggota organisasi.

“Artinya ada pemasukan buat pengurus, buat anggota. Nah, ini yang bisa menyejahterakan,” ujarnya.

Ia berharap sosialisasi tersebut dapat memberikan motivasi bagi organisasi seni budaya untuk terus berkembang, menghibur masyarakat, sekaligus memberikan kontribusi terhadap pembangunan Kota Tangerang.

“Kemudian bisa ke arah bagaimana masyarakat dengan seni budaya ini bisa sejahtera, bisa akhlakul karimah. Jadi ini sebagai perantara syiar dan kemudian juga bisa mengembangkan ekonomi,” pungkasnya. (*)

Pos terkait