SERPONG, BANTENEKSPRES.CO.ID – Panitia Besar Porprov Banten 2026 menggandeng seluruh rumah sakit di Kota Tangsel untuk memberikan dukungan layanan kesehatan selama pelaksanaan ajang olahraga tingkat Provinsi Banten tersebut.
Wakil Wali Kota Tangsel yang juga Ketua Panitia Besar Porprov Banten 2026, Pilar Saga Ichsan mengatakan, kerja sama tersebut dituangkan melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan sejumlah rumah sakit di Kota Tangsel.
Menurutnya, kerja sama dilakukan untuk memastikan atlet, pelatih dan official yang mengikuti pertandingan mendapatkan akses layanan kesehatan apabila mengalami cedera atau membutuhkan penanganan medis.
“Hari ini kita ada MoU dengan beberapa rumah sakit terkait Porprov Banten. Saya sebagai Ketua Porprov bekerja sama dalam menangani atlet-atlet kita atau para official dan pelatih yang akan mengikuti pertandingan nanti pada saat Porprov,” ujarnya kepada BANTENEKSPRES.CO.ID, Rabu, 23 September 2026.
Pilar menambahkan, terdapat sekitar 33 rumah sakit di Kota Tangsel, baik milik pemerintah maupun swasta, yang diharapkan dapat mendukung pelaksanaan Porprov Banten 2026.
“Totalnya 33, termasuk RSUD. Semua rumah sakit kita ajak untuk mendukung,” tambahnya.
Menurutnya, kerja sama tersebut penting karena kontingen Porprov Banten diperkirakan mencapai sekitar 8.000 hingga 9.000 orang yang terdiri dari atlet, official dan pelatih dari berbagai daerah di Provinsi Banten.
Pilar mengatakan, meskipun setiap daerah memiliki mekanisme pembiayaan kesehatan masing-masing, panitia tetap berupaya memastikan adanya solusi apabila peserta Porprov mengalami kondisi darurat selama berada di Kota Tangsel.
“Prinsipnya, di-cover atau tidak, kita sebagai panitia punya tanggung jawab bagaimana mencari solusi. Makanya kita ajak rumah sakit. Mau dia atlet dari Pandeglang, mau dari Cilegon, kalau ada patah tulang, pingsan atau ada masalah apa, tetap panitia Porprov harus bisa berperan,” jelasnya.
Khusus kontingen Kota Tangsel, Pilar memastikan para atlet telah mendapatkan perlindungan melalui BPJS Ketenagakerjaan. Menurutnya, perlindungan tersebut diperlukan karena atlet tidak menggunakan skema BPJS Kesehatan untuk perlindungan saat bertanding.
“Kalau atlet harus pakai BPJS Ketenagakerjaan, tidak bisa pakai BPJS Kesehatan,” tuturnya.
Pilar mengaku, kontingen Kota Tangsel sendiri berjumlah sekitar seribu lebih yang terdiri dari atlet dan official. Ia berharap dukungan fasilitas kesehatan tersebut dapat memperkuat pelaksanaan Porprov Banten 2026 sekaligus memberikan rasa aman bagi seluruh kontingen yang bertanding di wilayah Kota Tangsel.
“Porprov Banten 2026 ini adalah hajat kita bersama. Kita ingin rumah sakit, baik RSUD maupun swasta, bisa mendukung. Kalau ada atlet yang cedera dan membutuhkan penanganan, kita bisa bersama-sama memberikan solusi,” tutupnya. (*)











