Kepala SD Islam Daarul Huda Jatiuwung, Ahmad Zulkarnaen “Merajut Generasi Qur’ani dari Tanah Kelahiran”

Kepala SD Islam Daarul Huda, Jatiuwung, Ahmad Zulkarnaen

TANGERANG, BANTENEKSPRES.CO.ID – Di Ahmad Zulkarnaen, putra asli Tangerang berupaya mendedikasikan hidupnya menanamkan pendidikan Al-Qur’an bagi anak-anak usia dini, khususnya bagi siswa SD Islam Daarul Huda Jatiuwung.

Ia konsisten dalam membentuk karakter generasi Qur’ani sejak berdirinya Yayasan Daarul Huda Kota Tangerang yang menaungi sekolah yang dinakhodainya sejak tahun 2018 lalu.

Bacaan Lainnya

“Pendidikan dasar berbasis nilai-nilai Qur’ani adalah fondasi utama mencetak generasi masa depan yang tangguh,” ungkap Ahmad Zulkarnaen saat ditemui, Rabu 23 September 2026.

Perjalanan kepemimpinan Ahmad Zulkarnaen bukanlah lahir dari ruang hampa. Kecintaannya pada ilmu agama tertanam kuat melalui riwayat pendidikannya yang sarat dengan napas pesantren. Ia pernah mengenyam pendidikan kepesantrenan di Yogyakarta selama lima tahun, termasuk pengalaman berharga dalam kepengurusan di Pondok Pesantren Al-Munawwir Krapyak dengan spesialisasi Tafsir Al-Qur’an.

Dari sisi akademis, ia merampungkan jenjang Strata 1 (S1) di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, sebelum kemudian memperdalam keilmuannya dengan meraih gelar Magister (S2) di Universitas An-Nur, Bandar Lampung.

Kombinasi antara tradisi keilmuan pesantren yang kuat dan pendidikan formal yang mapan menjadi modal utamanya dalam mengelola institusi pendidikan modern bercorak Islam.

Pengabdian Ahmad di Yayasan Daarul Huda bermula jauh sebelum ia duduk di kursi kepala sekolah. Selepas menyelesaikan studi di Yogyakarta dan sempat mengabdi selama satu tahun di Darul Quran, Bekasi, takdir mempertemukannya dengan Ustaz H Syukron Jubi.
Pada tahun 2010, ia mendapat panggilan untuk pulang kampung dan bersama-sama merintis SD Islam Daarul Huda dari titik nol.

“Misi awal itu sebetulnya untuk membentuk pondasi dan penguatan pendidikan agama Islam bagi jenjang usia dini, terutama dalam pengembangan, pemahaman, dan hafalan Al-Qur’an. Kita menanamkan nilai-nilai Qur’an,” kata Ahmad yang juga Ketua LBM MUI Kecamatan Jatiuwung.

Berkat kerja keras bersama tim, sekolah yang dulunya dirintis dari ketiadaan kini menjelma menjadi lembaga pendidikan pilihan masyarakat Jatiuwung.

“Anak saya 2, keduanya masih sekolah di SD Islam Daarul Huda juga,” ujarnya.

Sebagai putra daerah asli Jatiuwung, kepulangan Ahmad Zulkarnaen bukan sekadar kembali ke tanah kelahiran, melainkan sebuah bentuk bakti nyata kepada masyarakat sekitar. Di bawah kepemimpinannya, SD Islam Daarul Huda terus berinovasi mengukuhkan diri sebagai sekolah dasar Islam terpadu yang kuat dalam bidang Baca Tulis Qur’an (BTQ) dan pembentukan akhlak mulia.

Ahmad yang juga sebagai Dewan Syuro Rabithah Alawiyah Provinsi Banten, menambahkan, bahwa mendidik anak-anak usia dini dengan Al-Qur’an adalah investasi akhirat yang tak ternilai harganya. Halnitu sebuah ikhtiar sunyi yang terus ia rawat demi melahirkan generasi Qur’ani yang kelak menjadi cahaya di tengah masyarakat.(*)

Pos terkait