PAGEDANGAN,BANTENEKSPRES.CO.ID – SMPN 2 Pagedangan memberikan pembekalan kepada para siswa melalui sosialisasi Pertolongan Pertama pada Luka Psikologis (P3LP). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya sekolah meningkatkan kesadaran siswa terhadap pentingnya menjaga kesehatan psikologis diri sendiri maupun lingkungan pertemanan.
Dalam kegiatan tersebut, siswa diajak mengenali berbagai tanda ketika seseorang sedang menghadapi tekanan psikologis. Selain itu, siswa juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya membangun pola pikir positif, mengelola tekanan dari media sosial, serta tidak ragu mencari bantuan ketika menghadapi persoalan yang dirasa sulit untuk dihadapi sendiri.
Kepala SMPN 2 Pagedangan Agus Santosa mengatakan, bahwa pemahaman mengenai kesehatan psikologis penting diberikan kepada siswa sejak berada di lingkungan sekolah.
“Anak-anak perlu memahami bahwa kesehatan bukan hanya berkaitan dengan kondisi fisik, tetapi juga kondisi psikologis. Karena itu, melalui P3LP ini kami ingin memberikan pemahaman kepada siswa agar mereka mampu mengenali kondisi dirinya maupun teman di sekitarnya,” ujar Agus kepada Bantenekspres.co.id, Selasa 22 September 2026.
Menurutnya, tekanan yang dialami siswa bisa datang dari berbagai hal, termasuk lingkungan pertemanan, proses belajar maupun penggunaan media sosial. Karena itu, siswa perlu dibekali kemampuan untuk menyikapi tekanan secara sehat.
“Kami ingin siswa memiliki kepekaan. Ketika melihat ada teman yang sedang menghadapi tekanan atau mengalami perubahan perilaku, jangan langsung menghakimi. Tetapi harus bisa memberikan perhatian dan mengajak teman tersebut mencari bantuan yang tepat,” katanya.
Agus menambahkan, sekolah juga terus mendorong terciptanya lingkungan belajar yang aman dan nyaman bagi seluruh siswa. Menurutnya, komunikasi yang baik antara siswa, guru dan orangtua menjadi salah satu hal penting dalam membantu siswa menghadapi berbagai persoalan.
“Jangan sampai anak merasa menghadapi masalah sendirian. Sekolah harus menjadi tempat yang aman untuk bercerita dan mendapatkan pendampingan. Guru juga harus mampu menjadi orang yang bisa mendengarkan dan mengarahkan siswa ketika membutuhkan bantuan,” jelasnya.
Ia juga mengingatkan siswa agar lebih bijak menggunakan media sosial. Menurut Agus, media sosial dapat memberikan manfaat apabila digunakan secara positif, tetapi juga dapat menjadi sumber tekanan apabila siswa terlalu membandingkan dirinya dengan kehidupan orang lain yang mereka lihat di dunia maya.
“Kami mengajak anak-anak untuk tidak menjadikan media sosial sebagai ukuran kehidupan. Apa yang terlihat di media sosial belum tentu menggambarkan kondisi yang sebenarnya. Jadi, gunakan media sosial dengan bijak dan batasi hal-hal yang justru membuat diri kita tertekan,” tuturnya.
Agus berharap, sosialisasi P3LP tidak berhenti sebagai pengetahuan semata, tetapi dapat diterapkan siswa dalam kehidupan sehari-hari.
“Yang paling penting adalah anak-anak mampu mengenali dirinya sendiri. Kalau sedang merasa tertekan, jangan dipendam sendiri. Ceritakan kepada orang yang dipercaya, baik guru, orangtua maupun pihak lain yang dapat memberikan bantuan,” ungkapnya.
Ia menegaskan, kepedulian terhadap kondisi psikologis teman juga perlu ditumbuhkan di lingkungan sekolah.
“Kita ingin membangun budaya saling peduli. Kalau ada teman yang sedang tidak baik-baik saja, jangan dijauhi atau diejek. Justru harus dirangkul dan diberikan dukungan. Hal sederhana seperti mendengarkan dan menemani bisa menjadi bentuk kepedulian yang berarti,” katanya.
Melalui kegiatan tersebut, SMPN 2 Pagedangan berharap para siswa semakin memahami pentingnya menjaga kesehatan psikologis, mampu mengelola tekanan secara positif, serta berani mencari bantuan ketika menghadapi persoalan yang tidak dapat diselesaikan sendiri.
“Harapan kami, siswa SMPN 2 Pagedangan tumbuh menjadi anak-anak yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian, empati dan kemampuan menjaga kesehatan psikologis dirinya maupun orang-orang di sekitarnya,” pungkas. (*)











