SERANG,BANTENEKSPRES.CO.ID – Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah, meminta Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Serang, untuk meningkatkan optimalisasi penarikan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) dari berbagai sektor.
Hal ini dilakukannya sebagai upaya memperkuat peran zakat, dalam membantu kesejahteraan masyarakat, karena potensi ZIS di Kabupaten Serang masih sangat besar dan belum tergarap secara maksimal.
Zakiyah mengatakan, Baznas diminta untuk lebih aktif menjangkau berbagai sektor, baik dari kalangan, pelaku usaha, perusahaan, masyarakat umum, dan lain-lainnya.
“Yang perlu ditingkatkan tentu bagaimana Baznas Kabupaten Serang, bisa mengelola potensi zakat dari beberapa wilayah ya,” katanya usai acara Milad ke 26 Baznas Kabupaten Serang, di Pendopo Bupati Serang, Selasa 15 September 2026.
Kata Zakiyah, apabila Baznas instens melakukan pengawasan dan sosialisasi ke masyarakat, lalu pemerintah kecamatan, desa, hingga perusahaan, diyakini penerimaan ZIS akan meningkat secara signifikan.
Hal ini penting untuk meningkatkan kepercayaan , agar lebih aktif dalam menyalurkan zakat melalui Baznas, yang hasilnya bisa membantu meringankan kebutuhan serta beban ekonomi masyarakat.
“Saya yakin ke depan potensi zakat atau infak, yang dimiliki oleh Baznas Kabupaten Serang pasti akan semakin lebih besar didapatkan,” ujarnya.
Dikatakan Zakiyah, Milad ke 26 Baznas Kabupaten Serang ini dirangkaikan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, dan juga dirangkaikan dalam rangka HUT ke 500 Kabupaten Serang.
“Saya arahkan ke ketua Baznas, untuk melakukan kegiatan milad ini yang bisa memberikan dampak manfaat besar bagi masyarakat, terutama bagi yang membutuhkan di hari ini,” ucapnya.
Sementara itu, Ketua Baznas Kabupaten Serang H. Hasanudin mengatakan, penerimaan ZIS Baznas Kabupaten Serang saat ini baru mencapai Rp19,7 miliar dari target Rp28 miliar tahun ini, yang paling besar penerimaannya berasal dari Aparatur Sipil Negara (ASN).
“Mudah-mudahan target kita tercapai,” katanya.
Hasanudin mengaku, sudah bekerjasama dengan berbagai macam perusahaan yang berada di wilayah Serang Barat, sedangkan untuk wilayah di Serang Timur baru akan mulai digarapnya.
Hal itu dilakukan supaya penerimaan ZIS dapat meningkat pesat, dan pihaknya juga akan membentuk Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di perusahaan supaya tidak melanggar aturan.
“Respon dari perusahaan sangat setuju, mereka menyambut baik tetapi kita juga akan berusaha bentuk UPZ nya dulu, supaya kita tidak melanggar aturan. Sejauh ini ada UPZ di beberapa industri, namun belum maksimal jalannya,” ujarnya. (*)











