Kades Kadu Tinjau Lokasi Kebakaran Sampah Proyek dan Banjir, Minta Hentikan Penimbunan

Kades Kadu Tinjau Lokasi Kebakaran Sampah Proyek dan Banjir, Minta Hentikan Penimbunan
TINJAU : Kepala Desa Kadu Muhamad Asdiansyah saat meninjau lokasi yang dijadikan penimbunan sampah. Foto dok desa Kadu for Bantenekspres.co.id

CURUG, BANTENEKSPRES.CO.ID – Kepala Desa Kadu, Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang, Muhamad Asdiansyah, meninjau langsung lokasi tempat pembuangan sampah proyek yang mengalami kebakaran di Kampung Pasirandu RT 04/03, Desa Kadu.

Dalam peninjauan tersebut, Muhamad Asdiansyah meminta agar aktivitas penimbunan sampah proyek di lokasi tersebut segera dihentikan. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian pemerintah desa terhadap kondisi lingkungan serta kesehatan masyarakat, terlebih kawasan permukiman di Desa Kadu saat ini semakin padat penduduk.

Bacaan Lainnya

Menurutnya, keberadaan tempat penimbunan sampah proyek di sekitar kawasan permukiman perlu menjadi perhatian serius. Sebab, jika tidak dikelola dengan baik, aktivitas tersebut berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan dan mengganggu kenyamanan warga.

“Saya sudah melihat langsung kondisi di lokasi tempat pembuangan sampah proyek yang sebelumnya mengalami kebakaran. Kami meminta agar kegiatan penimbunan sampah proyek tersebut dihentikan. Jangan sampai keberadaan aktivitas ini justru menimbulkan persoalan baru bagi masyarakat,” ujar Asdiansyah kepada Bantenekspres.co.id, Minggu 1 November 2026.

Ia menegaskan, pemerintah desa tidak ingin persoalan lingkungan seperti kebakaran maupun pencemaran sampah terus berulang. Apalagi, kondisi permukiman di Desa Kadu semakin berkembang dan padat sehingga aspek kesehatan serta kenyamanan warga harus menjadi prioritas.

“Kami harus memikirkan kepentingan masyarakat secara luas. Lingkungan tempat tinggal warga harus tetap aman, bersih dan nyaman. Jangan sampai aktivitas pengelolaan sampah yang tidak tertata justru berdampak terhadap kesehatan masyarakat,” tegasnya.

Asdiansyah juga mendorong agar pengelolaan sampah proyek ke depannya dapat dilakukan menggunakan sistem yang lebih modern dengan memanfaatkan teknologi masa kini.

Menurutnya, pengelolaan sampah tidak boleh dilakukan secara sembarangan, tetapi harus memperhatikan standar kebersihan, kerapian, serta dampak terhadap lingkungan sekitar.

“Kalau memang ada kegiatan pengelolaan sampah proyek, harus menggunakan metode yang lebih baik dan modern. Teknologi sekarang sudah semakin berkembang, sehingga pengelolaan sampah seharusnya bisa dilakukan lebih tertata, rapi dan tidak menimbulkan pencemaran lingkungan,” jelasnya.

Selain meninjau lokasi kebakaran sampah proyek, Kepala Desa Kadu juga menyempatkan diri melihat kondisi banjir dan genangan air di Kampung Onyam RT 02/07.

Genangan tersebut diduga terjadi akibat pengecoran jalan yang menyebabkan elevasi atau ketinggian jalan menjadi lebih tinggi dibandingkan permukiman warga. Kondisi tersebut membuat aliran air terhambat sehingga air tidak dapat mengalir dengan lancar.

“Kami juga turun langsung melihat kondisi di Kampung Onyam. Setelah adanya pengecoran jalan, posisi jalan menjadi lebih tinggi dibandingkan lingkungan permukiman warga. Akibatnya, ketika hujan turun, air menjadi terhambat dan menimbulkan genangan,” ungkapnya.

Ia mengatakan, persoalan tersebut harus segera ditangani, terlebih saat ini cuaca sudah mulai memasuki musim hujan. Pemerintah desa tidak ingin genangan air semakin meluas dan mengganggu aktivitas masyarakat.

Sebagai langkah penanganan, pihaknya merencanakan pemasangan saluran drainase menggunakan U-Ditch di lokasi tersebut dalam waktu dekat. Pembangunan saluran ini diharapkan dapat memperlancar aliran air sehingga tidak lagi tertahan di kawasan permukiman.

“Dalam waktu dekat, kami akan segera melaksanakan pemasangan U-Ditch sebagai solusi untuk mengatasi persoalan genangan air tersebut. Kami ingin saluran pembuangan air bisa berfungsi dengan baik, sehingga ketika hujan turun, air dapat mengalir dan tidak kembali menggenangi rumah maupun lingkungan warga,” katanya.

Asdiansyah menambahkan, peninjauan langsung ke lapangan merupakan bagian dari upaya pemerintah desa untuk mengetahui persoalan yang dihadapi masyarakat sekaligus mencari solusi konkret.

Ia memastikan, pemerintah desa akan terus berupaya merespons berbagai keluhan warga, baik yang berkaitan dengan kebersihan lingkungan, pengelolaan sampah maupun infrastruktur.

“Prinsipnya, kami ingin setiap persoalan yang ada di tengah masyarakat bisa segera dicarikan jalan keluarnya. Pemerintah desa harus hadir dan melihat langsung kondisi warga, bukan hanya menerima laporan. Harapan kami, lingkungan Desa Kadu semakin tertata, bersih, sehat dan bebas dari persoalan genangan air,” pungkasnya. (*)

Pos terkait