PONDOK AREN-Ratusan calon jemaah haji asal Kota Tangsel telah menjalani pemeriksaan kesehatan lanjutan sebagai salah satu tahapan untuk menentukan status istitha’ah kesehatan sebelum keberangkatan ibadah haji 2027.
Pemeriksaan tersebut telah dilaksanakan di RSUD Pondok Aren dari 20 hingga 27 Agustus 2026. Selain di rumah sakit, pemeriksaan juga dilakukan di lokasi Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) dan Mandiri pada akhir pekan.
Direktur RSUD Pondok Aren dr. Adhy Purnawan M.Kes mengatakan, pemeriksaan lanjutan dilakukan setelah calon jemaah sebelumnya menjalani pemeriksaan dasar di puskesmas. “Ini pemeriksaan lanjutan untuk jemaah haji Kota Tangsel tahun 2027. Yang diperiksa laboratorium darah dan urine, kemudian rontgen, EKG, dan pemeriksaan oleh dokter,” ujarnya.
Adhy menambahkan, hasil pemeriksaan tersebut akan menjadi dasar untuk menentukan apakah calon jemaah memenuhi syarat istitha’ah kesehatan atau belum. Jika ditemukan kondisi kesehatan yang membutuhkan penanganan lebih lanjut, calon jemaah akan dirujuk ke dokter spesialis.
“Kalau memang ada yang perlu dirujuk atau konsultasi lebih lanjut ke spesialis, maka akan dirujuk untuk penanganan penyakit kronis,” tambahnya.
Sebanyak 900 calon jemaah telah mendaftarkan diri melalui tautan yang disediakan. Jumlah tersebut merupakan bagian dari total calon jemaah haji Kota Tangsel yang mencapai sekitar 1.000 orang.
“Yang sudah terdaftar melalui link baru sekitar 900 jemaah dari sekitar seribuan. Semuanya wajib melakukan pemeriksaan lanjutan di rumah sakit untuk menentukan istitha’ah,” jelasnya.
Dalam pelaksanaannya, pemeriksaan ditargetkan mampu melayani sekitar 100 calon jemaah setiap hari. RSUD Pondok Aren mengerahkan sekitar 100 tenaga kesehatan yang terdiri dari dokter umum, dokter spesialis, perawat, analis, radiografer dan tenaga kesehatan lainnya.
“Dokter terdiri dari empat dokter umum dan tiga dokter spesialis. Sisanya perawat, analis, radiografer dan lainnya,” ungkapnya.
Hasil pemeriksaan ditargetkan dapat diketahui sekitar tiga hari setelah pemeriksaan. Hasil tersebut kemudian disampaikan kepada Dinas Kesehatan, puskesmas dan calon jemaah haji. Untuk pengambilan hasil, jemaah dapat memperoleh melalui puskesmas sesuai domisilinya.
Sementara itu, bagi calon jemaah yang ditemukan memiliki masalah kesehatan, pemeriksaan dan penanganan lanjutan tetap dilakukan. Namun, calon jemaah yang tidak memiliki masalah kesehatan tidak perlu menjalani pemeriksaan tambahan.
“Untuk jemaah yang bermasalah dengan kondisi kesehatan, terutama penyakit kronis atau kompleks, akan ditangani dokter spesialis dan wajib menjalani pemeriksaan lanjutan,” ungkapnya.
Adhy menuturkan, calon jemaah haji umumnya didominasi kelompok lanjut usia. Karena itu, sejumlah penyakit kronis cukup banyak ditemukan dalam pemeriksaan kesehatan calon jemaah.
“Penyakit yang biasanya dominan pertama hipertensi, kemudian diabetes dan jantung,” tuturnya. (ADV)










