CILEDUG, BANTENEKSPRES.CO.ID — SMPN 28 Kota Tangerang terus berkomitmen dalam membangun karakter, budaya positif, serta menggali potensi akademik maupun non-akademik peserta didiknya. Melalui rangkaian program pembiasaan yang tertata sistematis sepanjang pekan, sekolah ini berupaya memberikan ruang dan upaya membangun karakter para siswa.
Wakil Kepala Sekolah (Wakasek) Bidang Kurikulum, Udin Saputra mengatakan, program pembiasaan yang diterapkan dirancang bukan sekadar rutinitas formal, melainkan upaya pembentukan kebiasaan hidup positif dan penguatan literasi menyeluruh bagi peserta didik.
“Literasi di sini mindset-nya bukan hanya untuk bahasa Indonesia saja, tetapi bagaimana membiasakan diri mengerjakan rutinitas yang positif,” ujar Udin saat ditemui, Senin, 2 November 2026.
Ia memaparkan, jadwal pembiasaan di SMPN 28 Kota Tangerang diatur secara bergilir dan terstruktur dari hari Senin hingga Jumat:
Di mulai hari Senin, selain kegiatan rutin Apel pagi, pihak sekolah menerapkan kegiatan literasi yang dilaksanakan secara bergiliran.
“Kegiatan literasi ini dilaksanakan satu minggu diadakan di dalam kelas masing-masing, dan pada pekan berikutnya dilakukan secara bersamaan di pelataran sekolah,” ujar Udin.
Menariknya, cakupan literasi tidak hanya berfokus pada literasi bahasa Indonesia, melainkan juga merambah ke bidang matematika, bahasa Inggris, ilmu pengetahuan alam (IPA), dan bidang literasi lainnya.
Kemudian pada Selasa diisi dengan kegiatan fisik yang bervariasi seperti senam ceria. Untuk tingkat kelas tertentu, kegiatan tersebut disesuaikan dengan agenda kepramukaan wajib karena pelaksanaannya berbarengan.
“Untuk di hari Rabu, kegiatan disesuaikan jadwal dinamis sesuai agenda mingguan sekolah. Nah untuk dihari Kamis, Pembinaan dan Aktualisasi Bakat,” kata Udin.
Menurut dia, kegiatan di hari Kamis dibagi menjadi dua fokus utama yang dilakukan secara bergilir per dua kelas, pada minggu pertama dan ketiga untuk pembinaan, sedangkan pada minggu kedua dan keempat untuk aktualisasi bakat. Dikatakannya, pembinaan melibatkan guru Bimbingan Konseling (BK) serta wali kelas untuk menangkal isu-isu seperti perundungan (bullying), tawuran, dan pembentukan karakter positif. Sementara itu, aktualisasi bakat mewadahi potensi siswa secara berkala.
“Pada hari Jumat, pembiasaan bimbingan Kerohanian. Nah ini difokuskan pada pembiasaan rohani, seperti membaca Al-Qur’an bagi siswa yang beragama Islam, yang didampingi oleh guru pembimbing kerohanian masing-masing.
Menanggapi tantangan sosial masa kini seperti perundungan dan tawuran, pihak sekolah menggandeng berbagai pihak eksternal, termasuk kepolisian, komite sekolah, serta orang tua murid. Menurut Udin, peran aktif orang tua sangat penting mengingat waktu siswa di sekolah sangat terbatas, yakni hanya sekitar tujuh jam sehari.
“Kita bermitra dengan pihak kepolisian, komite, dan orang tua. Karena kalau di sekolah itu kan terbatas hanya sekitar 7 jam. 17 jam di luar itu adalah kebersamaan anak dengan orang tua dan masyarakat,” imbuhnya.
Penerapan program pembiasaan ini, kata Udin, terbukti membuahkan hasil nyata. Dari sisi karakter, sekolah berhasil meminimalisir potensi pelanggaran seperti perundungan dan tawuran. Sementara dari sisi prestasi, siswa SMPN 28 Kota Tangerang menunjukkan peningkatan signifikan dengan memunculkan potensi terbaik mereka, baik di bidang akademik maupun non-akademik.
Udin menyebut, beberapa prestasi gemilang yang baru-baru ini diraih meliputi bidang tari tradisional serta kejuaraan Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI). Prestasi tersebut bahkan sukses menembus tingkat regional hingga tingkat provinsi di Banten maupun tingkat nasional di Jakarta, seperti Festival Bahasa Betawi dan Bahasa Sunda.
Ia menambahkan SMPN 28, sebagai salah satu sekolah penyelenggara inklusi, SMPN 28 Kota Tangerang memastikan bahwa setiap anak, termasuk mereka yang berkebutuhan khusus, memiliki hak dan kewajiban yang sama dalam memperoleh layanan pembelajaran.
“Anak-anak itu bukan cacat, tapi mereka lahir dalam keadaan unik. Mereka punya hak dan kewajiban yang sama untuk belajar dan mendapatkan pembelajaran yang disampaikan oleh guru-guru,” tandasnya.
Melalui konsistensi program pembiasaan ini, SMPN 28 Kota Tangerang optimis dapat terus mencetak generasi muda yang cerdas secara akademik, berkarakter kuat, tangguh, serta siap menghadapi tantangan masa depan.(*)










