Cegah Stunting Sejak Dini, Pemdes Dukuh Bersama Puskesmas Cikupa Lakukan Validasi dan Kunjungan Rumah Balita

Pemdes Dukuh bersama Puskesmas Cikupa melakukan pemeriksaan terhadap balita untuk pencegahan stunting. Randy/Bantenekspres.co.id

 

CIKUPA,BANTENEKSPRES.CO.ID – Pemerintah Desa Dukuh bersama tim gizi Puskesmas Cikupa terus berupaya melakukan pencegahan stunting melalui kegiatan validasi data dan kunjungan langsung ke rumah balita yang mengalami berat badan kurang, gizi kurang, maupun berisiko stunting.

Bacaan Lainnya

Dalam kegiatan tersebut, tim gizi Puskesmas Cikupa melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap balita, mulai dari pengukuran tinggi badan, pemantauan pertumbuhan, hingga pemeriksaan kesehatan lainnya. Langkah ini dilakukan untuk mengetahui kondisi tumbuh kembang anak sekaligus mengidentifikasi secara dini apabila ditemukan indikasi gangguan pertumbuhan.

Kepala Desa Dukuh Adharudin mengatakan, bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk perhatian pemerintah desa terhadap kesehatan anak-anak, khususnya dalam upaya mencegah terjadinya stunting sejak usia dini. Pemantauan secara langsung sangat penting dilakukan agar kondisi kesehatan balita dapat diketahui lebih cepat. Dengan begitu, apabila ditemukan balita yang mengalami permasalahan gizi, dapat segera dilakukan penanganan dan pendampingan oleh tenaga kesehatan.

“Alhamdulillah, sejauh ini berdasarkan hasil pemantauan yang kami lakukan bersama pihak Puskesmas Cikupa, di Desa Dukuh belum ditemukan balita yang mengalami stunting. Namun, hal ini tidak membuat kami berhenti melakukan pemantauan. Justru kami harus terus meningkatkan kewaspadaan agar kondisi tersebut bisa dipertahankan,” ujar Adharudin kepada Bantenekspres.co.id, Selasa 2 November 2026.

Ia menjelaskan, pemerintah desa bersama tenaga kesehatan akan terus melakukan penyisiran dan pendataan terhadap balita di setiap wilayah. Upaya tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh balita mendapatkan perhatian, terutama mereka yang memiliki berat badan kurang atau mengalami gangguan pemenuhan gizi.

“Kami ingin seluruh balita di Desa Dukuh mendapatkan perhatian yang sama. Jangan sampai ada anak yang luput dari pemantauan, terutama anak-anak yang berat badannya belum sesuai dengan perkembangan usianya. Karena itu, kunjungan rumah menjadi salah satu langkah penting untuk mengetahui kondisi mereka secara langsung,” jelasnya.

Adharudin juga mengapresiasi keterlibatan tim gizi Puskesmas Cikupa yang secara aktif turun ke lapangan untuk melakukan pemeriksaan dan memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan serta pemenuhan gizi anak.

Menurutnya, pencegahan stunting tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah desa maupun puskesmas, tetapi membutuhkan peran aktif orang tua dan seluruh masyarakat.

“Kami terus mengingatkan para orang tua agar rutin membawa anaknya ke posyandu untuk melakukan penimbangan berat badan dan pengukuran tinggi badan. Jangan menunggu anak sakit atau mengalami gangguan pertumbuhan terlebih dahulu. Pemeriksaan rutin sangat penting supaya perkembangan anak bisa terus dipantau,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia berharap melalui kegiatan validasi dan kunjungan rumah tersebut, kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan balita semakin meningkat. Orang tua juga diharapkan lebih memperhatikan asupan makanan bergizi, kebersihan lingkungan, serta pola pengasuhan anak.

“Kami ingin anak-anak di Desa Dukuh tumbuh sehat, mendapatkan asupan gizi yang cukup, dan memiliki perkembangan yang baik. Ini merupakan investasi masa depan desa. Karena itu, pencegahan stunting harus dilakukan bersama-sama dan dimulai dari lingkungan keluarga,” pungkasnya. (*)

 

Pos terkait