Warga Kelapa Dua Terima 1.200 Masker Antisipasi Paparan Abu Vulkanik

PEMBAGIAN MASKER : Kecamatan kelapa dua bersama PMI, paskibra dan juga elemen organisasi lainnya membagikan 1.200 masker untuk antisipasi adanya abu vulkanik gunung Krakatau. Foto humas Kecamatan Kelapa Dua for Bantenekspres.co.id

KELAPADUA, BANTENEKSPRES.CO.ID – Upaya mengantisipasi potensi paparan abu vulkanik yang terbawa angin dilakukan di wilayah Kecamatan Kelapa Dua. Sebanyak 1.200 masker dibagikan kepada masyarakat yang beraktivitas di ruang publik, khususnya para pengguna jalan di kawasan Jalan Kutai, Kecamatan Kelapa Dua.

Aksi tanggap darurat tersebut melibatkan Palang Merah Indonesia (PMI) Kecamatan Kelapa Dua, tenaga medis Puskesmas Jalan Kutai, serta anggota Paskibraka. Para petugas dan relawan turun langsung membagikan masker kepada pengendara, pengemudi angkutan umum hingga pejalan kaki yang melintas.

Bacaan Lainnya

Camat Kelapa Dua Dadang Sudrajat mengatakan, pembagian masker tersebut merupakan langkah antisipasi untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat, terutama terhadap kemungkinan adanya partikel abu vulkanik yang terbawa angin dan berpotensi mengganggu kesehatan saluran pernapasan.

“Ini merupakan bentuk kepedulian kami kepada masyarakat. Kita melakukan langkah antisipasi dengan membagikan masker kepada warga yang sedang beraktivitas di luar rumah,” ujar Dadang kepada Bantenekspres.co.id, Kamis 10 September 2026.

Menurutnya, kondisi abu vulkanik yang terbawa angin perlu diwaspadai karena keberadaannya tidak selalu dapat diketahui secara langsung oleh masyarakat. Karena itu, penggunaan masker menjadi salah satu langkah sederhana yang dapat dilakukan ketika masyarakat berada di luar ruangan.

“Kami meminta masyarakat untuk tetap waspada dan tidak menganggap kondisi ini sepele. Abu yang terbawa angin bisa saja berada di sekitar kita meskipun tidak selalu terlihat dengan jelas,” katanya.

Dadang menegaskan, pihak kecamatan bersama unsur terkait terus memantau kondisi di lapangan dan mengambil langkah yang diperlukan untuk menjaga keselamatan masyarakat.

“Kami tidak mengetahui secara pasti sampai kapan kondisi abu vulkanik ini akan berkurang. Karena itu, kewaspadaan masyarakat harus tetap dijaga,” tegasnya.

Ia juga mengimbau, masyarakat yang harus melakukan aktivitas di luar rumah agar menggunakan masker dengan baik. Terlebih bagi warga yang berada di kawasan ramai kendaraan dan ruang terbuka.

“Kalau memang harus keluar rumah, kami imbau masyarakat menggunakan masker. Ini bagian dari upaya menjaga kesehatan, khususnya saluran pernapasan,” tutur Dadang.

Ia mengapresiasi keterlibatan PMI, tenaga kesehatan Puskesmas Jalan Kutai, dan anggota Paskibraka yang ikut turun langsung membantu masyarakat.

“Kolaborasi seperti ini sangat penting. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri, sehingga keterlibatan PMI, puskesmas, Paskibraka dan seluruh unsur masyarakat menjadi kekuatan bersama dalam menghadapi kondisi darurat,” ungkapnya.

Dadang berharap, pembagian 1.200 masker tersebut dapat membantu masyarakat yang masih harus beraktivitas di luar rumah. Selain memberikan perlindungan, kegiatan itu juga diharapkan meningkatkan kesadaran warga untuk lebih memperhatikan kesehatan ketika kondisi lingkungan mengalami perubahan.

“Yang paling penting adalah masyarakat tetap tenang, tetapi jangan lengah. Kita terus melakukan upaya pencegahan dan meminta warga mengikuti informasi serta imbauan dari pihak terkait,” jelasnya.

Dalam kegiatan tersebut, para petugas tampak sigap menyapa masyarakat yang melintas dan memberikan masker secara langsung. Kehadiran petugas gabungan mendapat respons positif dari warga yang merasa terbantu dengan adanya langkah cepat dalam menghadapi potensi paparan abu vulkanik.

“Kami ingin memastikan masyarakat merasa dilindungi. Ketika ada potensi ancaman terhadap kesehatan, maka langkah antisipasi harus dilakukan secepat mungkin,” pungkasnya. (*)

Reporter: Randy Yastiawan

Pos terkait