TANGERANG, BANTENEKSPRES.CO.ID – Universitas Raharja menjadi kampus pertama di Banten yang mewajibkan integrasi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence / AI) ke dalam kurikulum dan program pendidikan sejak dini. Kampus ini telah menyiapkan ruang laboratorium AI jauh sebelum tren AI marak seperti sekarang.
Rektor Prof Dr Po Abas Sunarya mengatakan, di tengah masifnya perkembangan teknologi saat ini, Universitas Raharja memastikan berada di garis depan. Menurutnya, AI merupakan elemen mutlak yang harus menyertai proses pendidikan agar generasi muda tidak merasa jenuh dengan metode pembelajaran standar.
“Karenanya, buat kita AI itu adalah mutlak ya. Kita selalu juga hal-hal yang kekinian harus kita sertai dengan kecerdasan buatan agar bagaimana bisa mengikuti perkembangan, bagaimana anak-anak muda sekarang ini kalau tidak disertai dengan sesuatu yang lebih, yang standar saja itu akan jenuh, kata Abas usai membuka kegiatan Program Studi dan Pengenalan Kampus (Prospek) bagi Mahasiswa Baru tahun akademik 2026/2027, Kamis, 10 September 2026.
Abas menyebut,, bagaimana teknologi AI dapat merekayasa berbagai bentuk kreativitas. Salah satu contoh seperti memperbarui kualitas lagu-lagu lama agar lebih menarik tanpa mengubah esensi aslinya serta mendampingi berbagai kebutuhan penelaahan dan perumusan berbasis Teknologi Informasi (IT).
‘Melalui bantuan AI, ya kita bisa merekayasa ya, bukan merubah isinya, merekayasa supaya lebih menarik,” ujarnya.
Ia menyampaikan, di era perkembangan teknologi yang semakin pesat yang menjadi tantangan zaman, Universitas Raharja melakukan adaptasi dengan memberikan fasilitas pendukung. Kampus ini tercatat telah mendirikan ruangan khusus AI dalam menjawab perkembangan teknologi yang begitu pesat, khususnya bagi lembaga pendidikan tinggi.
” Kita awal-awal AI mulai didengungkan tahun 2015, kita sudah menyiapkan Fasilitasnya, mungkin kampus lain belum ada, sekarang rame ya. Kita sudah lebih dulu, artinya Universitas Raharja lebih peduli terhadap perkembangan IT ini,” paparnya.
Menurut Abas, tolok ukur keberhasilan sebuah perguruan tinggi bukanlah sekadar jumlah lulusan yang dihasilkan, melainkan seberapa cepat para alumni diserap dan berkontribusi secara positif di dunia kerja.
Abas menambahkan, selain kecakapan teknologi, aspek moral dan kedisiplinan menjadi fondasi utama di Universitas Raharja guna menghadapi dunia kerja bagi para lulusannya.
“Kita sangat mendorong menanamkan integritas bagi para lulusan ketika di dunia kerja nanti,” kata Abas.
“K ewajiban mahasiswa disini selama menuntut ilmu, serta mempersiapkan diri menjadi tenaga profesional yang kompeten sekaligus berkarakter kuat,” pungkasnya.(*)
Reporter : Abdul Aziz










