TANGERANG, BANTENEKSPRES.CO.ID – Iklim investasi di Kota Tangerang masih menunjukkan tren positif di tengah ketidakpastian ekonomi global. Hingga triwulan II 2026, realisasi investasi di Kota Tangerang telah mencapai sekitar Rp11,6 triliun dari target Rp15,15 triliun.
Menariknya, Seychelles, negara kepulauan di Afrika, justru menjadi negara dengan investasi terbesar di Kota Tangerang pada semester pertama 2026. Posisi tersebut mengalami perubahan signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Tangerang, R. Sugihharto Achmad Bagdja, mengatakan capaian investasi tersebut menunjukkan kondisi investasi di Kota Tangerang masih relatif stabil meski perekonomian global tengah menghadapi berbagai tekanan.
“Triwulan pertamanya Rp5,45 triliun, triwulan keduanya Rp6,28 triliun. Ada peningkatan sebetulnya,” ujarnya saat diwawancarai, Rabu (9/9).
Ia menyebut, dengan capaian sekitar Rp11,6 triliun tersebut, Pemkot Tangerang optimistis target investasi Rp15,15 triliun pada 2026 dapat tercapai. Masih terdapat dua triwulan atau satu semester untuk mengejar kekurangan target.
“Dengan target yang saat ini untuk tahun 2026 itu sebesar Rp15,15 triliun, kita sekarang sudah mencapai sekitar Rp11,6 triliun sekian. Tinggal kalau mau melakukan pemenuhan berkaitan dengan Rp15,15 triliun, berarti kan kurang lebih tinggal sekitar Rp4 sampai dengan Rp5 triliun lagi,” katanya.
Sugihharto menuturkan, capaian tersebut menjadi sinyal bahwa dampak kondisi global terhadap aktivitas investasi di Kota Tangerang belum terlalu signifikan.
“Ini menunjukkan bahwa ternyata khususnya Kota Tangerang berkaitan dengan investasi yang ada di Kota Tangerang masih dalam kondisi baik-baik saja,” ucapnya.
Optimisme itu juga berkaca pada capaian investasi 2025. Saat itu, target investasi melalui Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) sebesar Rp15,11 triliun. Namun realisasinya mencapai Rp22,54 triliun atau sekitar 148 persen dari target.
Dari sisi negara asal penanaman modal, terjadi perubahan komposisi yang cukup mencolok pada 2026. Seychelles yang sebelumnya tidak berada di posisi teratas, kini menjadi negara dengan investasi terbesar di Kota Tangerang.
“Yang jelas 10 negara sekarang Seychelles itu dia berada di posisi pertama, yang keduanya Singapura, tiganya Tiongkok, keempatnya RRT atau Hongkong, yang kelima Jepang. Kemudian enamnya Malaysia, Belanda, Korea Selatan, Taiwan, dan Jerman,” ungkap Sugihharto.
Menurut dia, posisi Seychelles bahkan sebelumnya hanya berada di sekitar peringkat ketujuh atau kedelapan. Namun pada 2026, negara tersebut melesat ke posisi pertama.
“Sekarang di tahun 2026 semester pertama bahkan dia masuk di posisi pertama. Ada peningkatan investasi,” jelasnya.
Ia menyebut investasi dari Seychelles berkaitan dengan sektor sawit. Namun, pihaknya masih akan melakukan identifikasi lebih lanjut mengenai bentuk peningkatan investasi tersebut, apakah berasal dari penambahan modal, mesin, maupun pengembangan lainnya.
Sementara itu, dari sisi sektor, investasi di Kota Tangerang masih banyak bergerak pada sektor perumahan, kawasan industri dan perkantoran. Setelah itu terdapat sektor transportasi, pergudangan dan telekomunikasi, industri kimia dan farmasi, perdagangan, industri karet dan plastik, industri makanan, hingga mesin, elektronik dan optik.
Namun, jika dilihat berdasarkan dominasi sektor PMA dan PMDN, transportasi, pergudangan dan telekomunikasi menjadi sektor yang paling menonjol.
Sugihharto mengatakan kondisi global membuat sejumlah investor melakukan penyesuaian strategi. Salah satunya terjadi pada sektor pergudangan.
“Dunia usaha itu lebih baik menyewa dia daripada membeli nih saat ini, dengan kondisi yang sedang tidak baik-baik saja,” ujarnya.
Perubahan pola tersebut membuat sejumlah pengembang mengubah site plan pergudangan. Ukuran gudang dibuat lebih kecil agar sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan pasar.
Menurut Sugihharto, pola serupa juga terjadi pada sektor perumahan. Pengembangan apartemen cenderung menurun dan bergeser ke hunian tapak dengan luasan yang lebih kecil.
“Yang tadinya satu bulan itu mungkin bisa 25, 50 unit laku, paling dalam kondisi sekarang di dalam pengaruh perang global, paling laku sebulan itu katanya 5, 10 unit. Namun itu terus berjalan,” katanya.
Untuk menjaga kepercayaan investor, DPMPTSP Kota Tangerang juga mengedepankan kemudahan pelayanan dan percepatan proses perizinan tanpa mengabaikan aturan yang berlaku.
Sugihharto menegaskan, investor harus mendapatkan pelayanan yang mudah dan cepat. DPMPTSP juga berperan sebagai koordinator untuk membantu menyelesaikan kendala yang berkaitan dengan OPD teknis.
“Kita harus bisa memberikan kemudahan kepada para investor, karena itu adalah fungsi dari kepercayaan. Kalau misalkan kita melakukan sulit, lambat, kitanya diam saja, kaku sesuai ketentuan, tidak jemput bola, investor juga akan lari,” tegasnya.
Selain itu, DPMPTSP mengoptimalkan layanan konsultasi online atau Sulton untuk menjawab keluhan, permintaan informasi, maupun konsultasi masyarakat dan investor.
Sugihharto berharap investor yang telah berinvestasi di Kota Tangerang dapat terus mempertahankan usahanya di tengah kondisi global yang penuh ketidakpastian. Ia juga berharap keberadaan investor tersebut dapat menjadi kepercayaan bagi calon investor lainnya.
“Kami sebagai pemerintah kota berharap untuk yang sudah ada itu bisa bertahan dengan kondisi yang tidak baik-baik saja seperti ini, dan yang mungkin meyakinkan kepada negara lain atau investor lain bahwa kondisi Indonesia masih representatif baik-baik saja, terutama untuk Kota Tangerang,” tutupnya. (*)











