TANGERANG, BANTENEKSPRES.CO.ID –
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang menggalang donasi dari Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Tak tanggung-tanggung, hasil penggalangan dana secara sukarela dari sekitar 14.000 ASN Kabupaten Tangerang diperkirakan dapat mencapai Rp1 miliar.
Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Tangerang, Muhammad Hidayat mengatakan, kebijakan bantuan untuk korban bencana di NTT disiapkan melalui dua sumber.
“Untuk Kabupaten Tangerang kebijakan bantuan NTT itu dialokasikan dari dua sumber, yaitu sukarelanya para pegawai ASN kita dan dari BTT,” ujar Hidayat saat diwawancarai usai Rapat Paripurna, Rabu 9 September 2026.
Ia menjelaskan, sumber pertama berasal dari sumbangan sukarela para pegawai Pemkab Tangerang. Penggalangan dana tersebut dilakukan pada September 2026, bersamaan dengan pembayaran gaji dan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP).
Hidayat memperkirakan, jika seluruh ASN turut memberikan sumbangan secara sukarela, dana yang terkumpul dapat mencapai sekitar Rp1 miliar.
“Untuk tahap pertama ini, ini dari sukarelanya para pegawai yang baru kita himpun bulan ini. Jadi dalam bulan September ini kita akan kirimkan melalui PMI, yang kalau kita perkirakan jumlahnya mungkin bakal mencapai Rp1 miliar,” jelasnya.
Menurut Hidayat, donasi tersebut nantinya tidak dikirimkan dalam bentuk barang. Pemkab Tangerang memilih memberikan bantuan dalam bentuk uang tunai dan menyalurkannya melalui PMI.
Mekanisme itu dipilih karena jarak Kabupaten Tangerang dengan NTT cukup jauh. Melalui PMI, bantuan diharapkan dapat lebih efektif diteruskan kepada masyarakat yang membutuhkan di lokasi bencana.
“Uang tunai, uang tunai. Jadi kita karena jauh, ya kita akan transfer melalui PMI, seperti halnya yang sudah kita lakukan sebelumnya,” katanya.
Hidayat menegaskan, bantuan untuk NTT tidak hanya mengandalkan sumbangan sukarela dari para ASN. Pemkab Tangerang juga menyiapkan tambahan bantuan yang bersumber dari Belanja Tak Terduga atau BTT.
Namun, pencairan bantuan melalui BTT masih menunggu proses penetapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) Kabupaten Tangerang tahun 2026.
Hidayat menyebut Bupati Tangerang telah memberikan arahan agar bantuan untuk NTT juga diperkuat melalui anggaran BTT.
“Nanti ketika APBD Perubahan nanti disahkan, yang baru saja kita akan mau membahas, itu Pak Bupati perintahkan untuk ditambah dari BTT,” ungkapnya.
Kendati demikian, pemerintah daerah belum menentukan besaran dana yang akan dialokasikan melalui BTT. Nominal bantuan nantinya akan disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah.
“Sama, dengan uang juga. Uang juga, namun jumlahnya kata Pak Bupati melihat kemampuan keuangan daerah. Jadi belum ditetapkan,” tuturnya.
Dengan skema tersebut, bantuan untuk NTT akan dilakukan secara bertahap. Tahap pertama berasal dari hasil gotong royong ASN yang ditargetkan terkumpul dan disalurkan pada September 2026.
Sedangkan bantuan dari BTT akan menyusul setelah APBD Perubahan 2026 ditetapkan.
“Disalurkan bulan ini, karena kita untuk menghimpun seluruhnya pegawai terkumpul pada bulan ini juga,” ujarnya.
Sebelumnya, Sekretaris Daerah Kabupaten Tangerang Soma Atmaja telah menyampaikan bahwa ASN berpeluang dilibatkan dalam penggalangan bantuan bagi korban bencana di NTT.
“Donasi ASN sangat mungkin, insya Allah biasanya rutin kita laksanakan,” kata Soma, Selasa, 18 Agustus 2026. (*)










