TANGERANG, BANTENEKSPRES.CO.ID -Sebanyak 7.071 keluarga penerima manfaat (KPM) di Kecamatan Jatiuwung, Kota Tangerang, menerima bantuan pangan berupa beras Cadangan Beras Pemerintah (CBP) tahap III. Penyaluran dilakukan serentak di seluruh kelurahan dan berlangsung selama dua hari.
Penyaluran bantuan tersebut dipantau langsung Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Jatiuwung, Muhammad Iqbal Ladhuni, bersama aparatur Kecamatan Jatiuwung. Monitoring dilakukan untuk memastikan bantuan diterima masyarakat yang berhak dan proses pendistribusian berjalan lancar.
Iqbal mengatakan, masing-masing KPM mendapatkan bantuan beras sebanyak 30 kilogram. Penyaluran dilakukan oleh mitra Bulog, yakni PT JPL sebagai transporter, dengan melibatkan Pekerja Sosial Masyarakat (PSM).
“Bantuan dari pemerintah berupa beras 30 kilogram untuk 7.071 KPM dan telah disalurkan di masing-masing kelurahan se-Kecamatan Jatiuwung selama dua hari berturut-turut,” kata Iqbal kepada bantenekspres.co.id, Rabu (9/9).
Menurutnya, monitoring dilakukan mulai dari pembagian surat undangan hingga bantuan diterima oleh KPM. Hal tersebut dilakukan untuk memastikan penyaluran bantuan pangan tepat sasaran.
“Kita melakukan monitoring dan memastikan jika penyaluran beras CBP itu telah disalurkan tepat sasaran. Per KPM mendapatkan bantuan beras CBP tahap III sebanyak 30 kilogram. Proses pendistribusian CBP sudah dilaksanakan oleh pihak mitra dari Bulog, yakni PT JPL sebagai transporter, dan dibantu oleh PSM mulai dari pembagian surat undangan sampai pada tahap penyaluran dan penerimaan beras tersebut. Alhamdulillah terpantau berjalan dengan lancar,” ujarnya.
Iqbal berharap bantuan beras tersebut dapat membantu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat, khususnya keluarga yang membutuhkan.
“Ya, mudah-mudahan bantuan ini bisa bermanfaat bagi masyarakat Kecamatan Jatiuwung yang sangat membutuhkannya,” tuturnya.
Ia menjelaskan, data penerima bantuan beras tersebut bersumber dari Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) yang diberikan Bulog kepada masing-masing kelurahan di Kecamatan Jatiuwung.
Sementara untuk data pengganti, digunakan data cadangan dengan desil 1 hingga 4. Data tersebut kemudian dilakukan pengecekan melalui aplikasi SIKNG oleh operator kelurahan.
“Data bersumber dari DTSEN karena saat ini pemerintah pusat sedang fokus melakukan sensus nasional. Jadi data sementara bersumber dari DTSEN yang sudah ada. Adapun data pengganti dianjurkan untuk yang desil 1 sampai 4 karena keluarga tersebut yang paling membutuhkan,” jelas Iqbal.
Bantuan tersebut pun dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat. Salah seorang penerima manfaat, Maryam, warga Kelurahan Pasir Jaya, mengaku terbantu dengan adanya bantuan beras dari pemerintah.
Menurut Maryam, bantuan tersebut dapat meringankan beban kebutuhan rumah tangganya, terlebih dirinya harus memenuhi kebutuhan tiga orang anak dengan penghasilan sebagai pedagang asongan.
“Bantuan ini sangat bermanfaat untuk keluarga saya, apalagi saya punya tiga orang anak yang harus saya cukupi kebutuhannya setiap hari dan saya hanya seorang pedagang asongan kecil,” ungkap Maryam.
Penyaluran bantuan pangan CBP tahap III di Kecamatan Jatiuwung diharapkan dapat membantu menjaga kebutuhan pangan keluarga penerima manfaat, sekaligus memastikan bantuan pemerintah benar-benar diterima oleh masyarakat yang membutuhkan. (*)











