Ponpes Ummul Rodhiyah Jatiuwung Sabet Juara 1 Liga Santri 2026

Ponpes Ummul Rodhiyah Jatiuwung Sabet Juara 1 Liga Santri 2026
Pimpinan Ponpes Ummul Rodhiyah, KH Muhammad Shofa Abdurrosyid bersama para santri tim sepak bola usai menerima piala juara I di ajang Liga Santri 2026, di Stadion Benteng Reborn, Jumat, 18 September 2026. Foto (Ist)

TANGERANG, BANTENEKSPRES.CO.ID — Pondok Pesantren (Ponpes) Ummul Rodhiyah, Kecamatan Jatiuwung, Kota Tangerang, keluar sebagai juara pertama Liga Santri 2026.

Gelar juara diraih setelah tim Ummul Rodhiyah menaklukkan Ponpes Al-Kamil dengan skor tipis 1-0 pada partai final yang berlangsung di Stadion Benteng Reborn, Jumat (18/9/2026).

Bacaan Lainnya

Kompetisi Liga Santri tersebut digelar Forum Silaturahmi Pondok Pesantren (FSPP) Kota Tangerang dan rutin diselenggarakan setiap tahun.

Pimpinan Ponpes Ummul Rodhiyah, KH Muhammad Shofa Abdurrosyid, mengaku bersyukur atas prestasi yang diraih para santrinya.

“Alhamdulillah tahun ini 2026 Ummul Rodhiyah kembali menjadi juara kesatu. Tentu ini menjadi salah satu bentuk support dan dorongan untuk para santri berkarya serta memberikan warna dalam kehidupan bermasyarakat di Kota Tangerang,” ujarnya usai pertandingan.

Menurutnya, keikutsertaan santri dalam Liga Santri tidak semata-mata untuk mengejar prestasi olahraga. Kompetisi tersebut juga menjadi sarana membangun mental, karakter, serta kepercayaan diri para santri.

“Terima kasih kepada FSPP dan Pemerintah Kota Tangerang atas dukungan konsisten terhadap pembinaan santri. Ini juga menjadi bukti bahwa santri tidak hanya unggul dalam ilmu keagamaan, tetapi juga tangguh dalam bidang jasmani,” katanya.

Selain aktif di bidang olahraga, Ponpes Ummul Rodhiyah juga rutin mengikuti berbagai kegiatan akademik keagamaan yang digelar FSPP Kota Tangerang. Salah satunya Musabaqah Qiroatul Kutub (MQK) untuk menguji kemampuan santri dalam mendalami kitab kuning.

“Alhamdulillah Ummul Rodhiyah selalu ikut serta dan berpartisipasi dalam setiap acara yang digelar di Kota Tangerang,” tambahnya.

KH Muhammad Shofa berharap prestasi tersebut dapat menjadi motivasi bagi seluruh santri untuk terus mengembangkan kemampuan, baik secara mental maupun akademik.

Ia menekankan pentingnya kesiapan mental para santri dalam menghadapi tantangan zaman, selain tetap konsisten mendalami ilmu agama.

“Dengan bekal yang didapat di pondok, santri dapat memiliki rasa percaya diri bahwa mereka memiliki kemampuan luas untuk menyongsong masa depan,” pungkasnya. (*)

Pos terkait