Besok, Tangsel Pamerkan Inovasi Integrasi Data Pertanahan dan Pajak

Besok, Tangsel Pamerkan Inovasi Integrasi Data Pertanahan dan Pajak
Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie. Humas Pemkot Tangsel For Bantenekspres.co.id

CIPUTAT, BANTENEKSPRES.CO.ID – Pemkot Tangerang Selatan (Tangsel) akan memamerkan inovasi integrasi data geospasial, pertanahan dan pajak dalam agenda yang digelar Senin 21 September 2026.

Sebanyak 60 kepala daerah dari berbagai wilayah di Indonesia diundang dalam kegiatan tersebut. Hingga kini, 32 kepala daerah menyatakan akan hadir, sementara lainnya akan diwakili tim masing-masing.

Bacaan Lainnya

Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie mengatakan, inovasi tersebut mengintegrasikan data objek pajak dengan data pertanahan. Dengan demikian, perbedaan data luas tanah dalam dokumen perpajakan dengan hasil pengukuran dan sertifikasi dapat teridentifikasi.

“Jadi mereka pulang sudah bawa flash disk, sistem yang kita ciptakan,” kata Benyamin kepada wartawan, Jumat 18 September 2026.

Ia mencontohkan, dalam SPPT tercatat luas tanah 100 meter persegi. Namun, setelah dilakukan pengukuran untuk sertifikasi, luasnya ternyata bertambah 20 meter persegi menjadi 120 meter persegi.

Melalui sistem tersebut, data tambahan 20 meter persegi dapat terkoneksi dengan data SPPT sehingga pemerintah dapat melakukan penyesuaian dan perbaikan data perpajakan.

Sistem ini juga mengintegrasikan Nomor Objek Pajak (NOP) dengan data pertanahan, termasuk Nomor Identifikasi Bidang (NIB).

“Jadi satu, terkoneksi. Ini diintegrasikan datanya sehingga ketahuan SPPT-nya dan nanti bisa dilakukan perbaikan di SPPT,” ujarnya.

Benyamin menyebut inovasi tersebut baru diterapkan di Tangsel tahun ini dan masih dalam tahap penyempurnaan. Namun, sistem tersebut telah mendapat perhatian dari kementerian terkait dan KPK.

Selain kepala daerah, Pemkot Tangsel mengundang sejumlah pejabat pemerintah pusat, di antaranya Inspektur Jenderal Kementerian ATR/BPN, pejabat bidang pemetaan, KPK, serta Kementerian Dalam Negeri.

Kegiatan juga dirangkaikan dengan pameran teknologi tepat guna (TTG) dan UMKM dalam Tangsel Expo yang berlangsung selama dua hari di Balai Kota Tangsel. Sementara agenda utama kepala daerah digelar selama satu hari.

Total tamu undangan diperkirakan mencapai sekitar 600 orang. Pemkot Tangsel juga menyiapkan transportasi dari hotel menuju lokasi kegiatan dan sebaliknya.

Benyamin berharap para tamu dari luar daerah menginap di hotel-hotel di Tangsel sehingga kegiatan tersebut turut memberikan dampak terhadap sektor perhotelan, kuliner, transportasi dan UMKM.

“Dengan adanya acara ini tentunya sangat meningkatkan PAD kita,” pungkasnya. (*)

Pos terkait