BPBD Kota Tangerang Salurkan 5.000 Liter Air Bersih ke Warga Kunciran Jaya

BPBD Kota Tangerang Salurkan 5.000 Liter Air Bersih ke Warga Kunciran Jaya
BPBD Kota Tangerang menyalurkan 5.000 liter air bersih kepada warga RW 03, Kelurahan Kunciran Jaya, Kecamatan Pinang, Minggu (20/9). Foto (Ist)

PINANG, BANTENEKSPRES.CO ID – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang mulai menyalurkan bantuan air bersih kepada warga yang terdampak kekeringan akibat musim kemarau. Bantuan tersebut salah satunya diberikan kepada warga di RW 03, Kelurahan Kunciran Jaya, Kecamatan Pinang.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Tangerang Mahdiar mengatakan, hingga Minggu (20/9), hujan belum merata mengguyur wilayah Kota Tangerang. Meski demikian, hujan mulai turun di sejumlah wilayah, termasuk Ciledug pada Sabtu malam.

Bacaan Lainnya

“Ya kondisinya memang di Kota Tangerang masih belum ada hujan, kecuali tadi malam sudah ada hujan di beberapa lokasi, Ciledug kalau tidak salah. Nah terus, untuk yang lainnya sih hampir sama,” kata Mahdiar saat diwawancarai Banten Ekspres, Minggu 20 September 2026.

Menurutnya, kondisi tersebut berbeda dengan wilayah Bogor dan Tangerang Selatan yang mulai diguyur hujan. Kondisi itu turut memberikan dampak positif terhadap debit Sungai Cisadane yang menjadi salah satu sumber air bagi wilayah Kota Tangerang.

“Kebetulan Bogor, Tangsel sudah mulai hujan, mudah-mudahan Cisadanenya aman. Terlihat sih hari ini juga debit airnya sudah mulai naik lagi sih di Cisadane,” ujarnya.

Mahdiar mengatakan, BPBD telah menerima permintaan bantuan air bersih dari warga di Kelurahan Kunciran Jaya. Bantuan diberikan untuk memenuhi kebutuhan warga di satu RW yang mengalami keterbatasan pasokan air.

“Di wilayah Pinang, bukan satu kecamatan. Satu RW, di Kelurahan Kunciran Jaya, RW 3,” jelasnya.

Dikatakannya, untuk memenuhi kebutuhan tersebut, BPBD menyalurkan air menggunakan mobil tangki dengan kapasitas 5.000 liter. Air yang didistribusikan kemudian dibagikan kepada warga di wilayah terdampak.

“Biasanya sih kita drop sekali isi itu tangki 5.000 liter. Nanti dibagi di situ,” ungkap Mahdiar.

Ia menjelaskan, meningkatnya debit Cisadane seiring hujan di wilayah hulu menjadi kabar baik di tengah kondisi kemarau. Sebab, air hujan di wilayah Bogor dan Tangerang Selatan berpotensi mengalir menuju Sungai Cisadane.

“Kalau Bogor sama Tangsel sudah mulai hujan, insyaallah Cisadanenya juga mulai naik lagi dari sisi debitnya,” katanya.

Meski demikian, Mahdiar mengingatkan masyarakat agar tetap melakukan penghematan air. Sebab, kondisi kekeringan masih sangat bergantung pada perkembangan cuaca dalam beberapa waktu ke depan.

“Kita harapkan bahwa semua warga masih bisa mengantisipasi dengan pemanfaatan air secara bijak,” tuturnya.

Ia juga mengajak masyarakat untuk saling membantu apabila terdapat warga yang masih memiliki sumber air. Menurutnya, kondisi ketersediaan air setiap rumah berbeda sehingga diperlukan kepedulian antarsesama selama musim kemarau.

“Bisa juga ketika ada area warga yang masih memiliki air, lalu mungkin beberapa warga yang kadang kan ada yang punya air dalam, ada yang cuma punya sanyo doang. Bisa misalnya kita mulai saling membantu,” katanya. (*)

Pos terkait