Titik Kekeringan di Tangsel Bertambah Jadi 30 Lokasi, 1,2 Juta Liter Air Didistribusikan

Titik Kekeringan di Tangsel Bertambah Jadi 30 Lokasi, 1,2 Juta Liter Air Didistribusikan
Petugas BPBD Kota Tangsel mendistribusikan air bersih kepada masyarakat Kecamatan Setu dan Serpong yang terdampak kekeringan. BPBD Tangsel For Bantenekspres.co.id

CIPUTAT, BANTENEKSPRES.CO.ID – Titik kekeringan di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) bertambah menjadi 30 lokasi. Sebelumnya, wilayah terdampak kekeringan tercatat sekitar 28 titik.

Kondisi tersebut terjadi akibat musim kemarau yang masih berlangsung. Sejumlah sumur warga bahkan dilaporkan benar-benar mengering.

Bacaan Lainnya

Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie mengatakan, Pemkot Tangsel bersama sejumlah pihak terus mendistribusikan air bersih ke wilayah terdampak.

“Tadinya dua puluhan titik, sekarang sudah 30 titik. Tapi begitu pun kita sudah mendistribusikan lebih dari satu juta liter, tepatnya 1.269.550 liter air bersih sejak 8 Juni hingga 17 September 2026,” ujar Benyamin kepada BANTENEKSPRES.CO.ID, Jumat 18 September 2026.

Menurutnya, 30 titik kekeringan tersebar di Kecamatan Setu dan Serpong. Total terdapat enam kelurahan yang terdampak, yakni Keranggan 16 titik, Kademangan 7 titik, Muncul 2 titik, Serpong 2 titik, Bakti Jaya 2 titik, dan Babakan 2 titik.

“Total ada 844 kepala keluarga (KK) atau 3.423 jiwa yang terdampak kekeringan,” katanya.

Distribusi air dilakukan secara kolaboratif dengan melibatkan PMI, BBWS Ciliwung Cisadane, serta sejumlah pihak swasta, di antaranya Sinarmas.

Benyamin memastikan penyaluran air bersih akan terus dilakukan selama masyarakat masih membutuhkan pasokan.

“Memang kita minta kepada mereka dan ini akan terus kita distribusikan. Dan di sana memang kering, benar-benar kering. Sumur air itu memang betul-betul kering,” ujarnya.

Selain distribusi air, Pemkot Tangsel juga menyiapkan langkah antisipasi jika kemarau berlangsung lebih panjang. Salah satunya dengan menjajaki pembangunan sumur artesis di wilayah terdampak.

Benyamin menyebut pembangunan sumur artesis di Keranggan masih berproses karena sumber air diperkirakan berada di kedalaman lebih dari 60 meter.

“Sudah saya jelajahi pembuatan sumur artesis di Keranggan, kalau tidak salah, tapi sampai sekarang memang masih berproses, karena ternyata memang cukup dalam juga kedalamannya, lebih dari 60 meter kalau tidak salah,” jelasnya.

Pemkot Tangsel juga mempertimbangkan pembangunan tempat penampungan air berkapasitas besar agar air dari sumur dapat dimanfaatkan lebih banyak warga.

“Seperti yang kita bikin di Perumahan Pesona Serpong. Itu kita bikin toren yang besar sehingga bisa dimanfaatkan oleh masyarakat banyak,” ungkapnya.

Di tengah kemarau, masyarakat diimbau menghemat penggunaan air dan menjaga kondisi tubuh dengan mencukupi kebutuhan cairan.

Benyamin juga meminta warga mengurangi aktivitas di luar ruangan saat matahari terik untuk menghindari dehidrasi.

Selain itu, warga dilarang membakar sampah sembarangan karena kondisi kering meningkatkan risiko kebakaran dan asapnya dapat mengganggu saluran pernapasan.

“Tidak boleh membakar sampah sembarangan karena akan mempengaruhi saluran pernapasan atas dari masyarakat. Itu sudah kita berikan pembelajaran, kita sudah kenakan sanksi bagi beberapa titik yang melakukan pembakaran sampah sembarangan,” tegasnya.

Benyamin menambahkan, Pemkot Tangsel memiliki peraturan daerah sebagai dasar untuk menindak warga yang melakukan pembakaran sampah sembarangan.

“Jadi kita ada perdanya, tidak akan ragu-ragu untuk melakukan tindakan,” pungkasnya. (*)

Pos terkait