SDN Panunggangan 10 Perkuat Pencegahan Perundungan Lewat Sinergi Holistik

Kepala SD Negeri Panunggangan 10 tengah memimpin Apel Pagi, Senin, 31 Agustus 2026.

 

TANGERANG, BANTENEKSPRES.CO.ID — SD Negeri Panunggangan 10 terus mengkampanyekan pencegahan perundungan yang efektif. Sekolah yang berlokasi di Jalan HR Rasuna Said, Kecamatan Pinang ini melakukan sinergi holistik melibatkan antara guru, siswa, dan orang tua guna memastikan ruang belajar yang ramah anak dan bebas dari kekerasan fisik, verbal, maupun sosial.

Bacaan Lainnya

Kepala Sekolah SD Negeri Panunggangan 10, Dini Wahyuni menegaskan, komitmen lembaganya dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan bebas dari segala bentuk kekerasan. Hingga saat ini, upaya pencegahan terpadu yang diterapkan berhasil menjaga sekolah tetap kondusif tanpa adanya kasus perundungan (bullying).

Meski demikian, ia kerap berupaya melakukan pencegahan melalui langkah preventif dimulai sejak dini melalui rutinitas apel pagi setiap hari Senin. Dalam kegiatan tersebut, pihak sekolah rutin menyisipkan pesan moral agar para peserta didik saling menghormati dan menyayangi antarteman.

“Adik kelas harus menghormati kakak kelasnya, begitu juga kakak kelas harus menyayangi dan menjadi pengayom bagi adik-adiknya. Kami terus berupaya menciptakan sekolah yang aman dan nyaman bagi seluruh peserta didik agar mereka betah,” ujar Dini saat ditemui, Senin, 31 Agustus 2026.

Tak hanya itu, kata Dini, pihaknya juga menggandeng instansi terkait seperti pihak kepolisian dan DP3AP2KB untuk memberikan pemahaman mendalam mengenai ragam perundungan, serta menanamkan nilai empati terhadap sesama peserta didik.

Sebagai langkah pengalihan energi anak ke arah yang lebih positif, kata Sini, SDN Panunggangan 10 menyediakan beragam wadah produktif. Mulai dari kegiatan ekstrakurikuler untuk unjuk prestasi, pembinaan keagamaan, hingga membudayakan lingkungan inklusif yang merangkul seluruh peserta didik.

“Melalui ekstrakurikuler dapat menjadikan anak-anak akrab, kompak. Seperti kegiatan kepramukaan itu kan salah satunya membuat anak-anak kompak,” ungkapnya.

Dini juga mengingatkan, pentingnya pengawasan dari rumah. Ia mendorong para orang tua untuk terbuka kepada anak, memantau aktivitas harian, serta mengawasi penggunaan gawai guna menghindari dampak buruk dari media sosial dan permainan daring (game online).

“Kita terus meminta orang tua mengawasi dan membatasi anaknya menggunakan gawai. Bahkan mengarahkan kepada hal-hal yang positif. Sebab pengaruhnya luar biasa jika tidak dilakukan pendampingan. Yang kita hindari itu pengaruh negatifnya. Bisa saja sia anak melakukan perundungan karena dari main game online,” paparnya.

Dini menambahkan, jika terjadinya perundungan pada si anak akan berdampak pada tumbuh kembang anak itu sendiri. mulai dari gangguan psikis hingga membuat anak enggan pergi ke sekolah.

“Oleh karenanya kami konsisten mengkampanyekan program-program pencegahan perundungan, kami optimis sekolah kami dapat terus menjadi rumah kedua yang menyenangkan bagi para siswa,” pungkasnya.(*)

 

Pos terkait