Zulkifli Hasan: Swasembada Pangan Soal Kedaulatan Petani Indonesia

Zulkifli Hasan: Swasembada Pangan Soal Kedaulatan Petani Indonesia
Menko Bidang Pangan sekaligus Ketum DPP PAN Zulkifli di acara Pelantikan dan Rakerda PAN Kabupaten Tangerang, Minggu (30/8).

TANGERANG, BANTENEKSPRES.CO.ID – Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menegaskan bahwa swasembada pangan merupakan salah satu nilai penting yang harus diperjuangkan untuk mewujudkan kedaulatan Indonesia.

Menurut Ketua Umum DPP PAN itu, keberhasilan mencapai swasembada pangan tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan bahan pangan, tetapi juga menyangkut kesejahteraan jutaan petani, nelayan, dan peternak di dalam negeri.

Bacaan Lainnya

Hal itu disampaikan Zulkifli Hasan saat Pelantikan dan Rakerda DPD PAN Kabupaten Tangerang, Minggu 30 Agustus 2026.

Ia mengatakan, pangan merupakan sektor strategis karena menyentuh kehidupan masyarakat dalam jumlah besar.

“Kenapa harus berswasembada pangan? Karena pangan itu menyangkut petani. Ada petani, ada nelayan, ada peternak, 160 juta,” kata Zulkifli.

Ia menjelaskan, ketika Indonesia mampu memenuhi kebutuhan pangannya sendiri, manfaat ekonomi akan lebih banyak dirasakan oleh pelaku usaha pangan di dalam negeri. Sebaliknya, ketergantungan terhadap impor justru membuat manfaat ekonomi mengalir kepada produsen pangan negara lain.

“Kalau kita berdaulat, kalau kita swasembada, berarti yang maju petani Indonesia, nelayan Indonesia. Kalau kita impor, yang maju nelayan Vietnam, nelayan Thailand, nelayan India,” ujarnya.

Karena itu, Zulkifli menempatkan swasembada pangan sebagai bagian dari cita-cita membangun Indonesia yang berdaulat. Menurut dia, kebijakan pangan harus diarahkan agar produksi dalam negeri semakin kuat dan masyarakat yang menggantungkan hidupnya dari sektor pangan memperoleh manfaat secara langsung.

Selain pangan, Zulkifli menyoroti perkembangan pembangunan dan pemberdayaan desa. Ia menyebut munculnya berbagai model desa berbasis potensi lokal, mulai dari desa wisata, desa ekspor, desa jagung hingga desa ikan.

“Sekarang ada desa wisata, ada desa ekspor, ada desa jagung, ada desa ikan, macam-macam, banyak sekali,” ujarnya.

Bagi Zulkifli, penguatan desa dan swasembada pangan memiliki keterkaitan erat.

“Desa yang mampu mengembangkan potensi pertanian, perikanan, peternakan, maupun komoditas unggulan lainnya dapat menjadi bagian penting dari rantai pasok pangan nasional,” katanya. (*)

Pos terkait