CIPUTAT, BANTENEKSPRES.CO.ID – Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie menegaskan, momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia harus menjadi pengingat bagi seluruh masyarakat untuk terus mengisi kemerdekaan melalui kerja nyata.
Hal itu dikatakan Benyamin saat memberikan sambutan tasyakuran dalam rangka memperingati Kemerdekaan ke-81 Republik Indonesia di Masjid Al Itishom Balai Kota, Selasa, 18 Agustus 2026.
Acara tasyakuran ini dihadiri oleh jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tokoh agama, serta masyarakat sekitar. Rangkaian kegiatan diisi dengan kajian spesial, serta doa bersama sebagai bentuk syukur dan harapan bagi kemajuan bangsa.
“Perjuangan mengisi kemerdekaan tidak lagi dilakukan dengan mengangkat senjata, melainkan melalui pembangunan, peningkatan kesejahteraan, pendidikan, pelayanan publik, serta penguatan kehidupan sosial dan keagamaan,” ujarnya, Selasa, 18 Agustus 2026.
Benyamin menambahkan, para pejuang kemerdekaan telah mengorbankan waktu, tenaga, bahkan nyawa untuk merebut kemerdekaan. Karena itu, generasi saat ini memiliki tanggung jawab untuk memanfaatkan kemerdekaan dengan memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Mari kita manfaatkan kehidupan kita di dunia yang diberikan panjang umur oleh Allah ini dengan mengisi kemerdekaan. Memanfaatkan waktu yang masih disediakan Allah untuk sebesar-besarnya kemakmuran, kesejahteraan dan ketakwaan,” tambahnya.
Menurutnya, Pemkot Tangsel bersama DPRD terus berupaya merealisasikan berbagai program pembangunan yang telah tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).
Namun, Benyamin mengakui pelaksanaan pembangunan masih menghadapi berbagai keterbatasan, mulai dari sumber daya manusia, anggaran, teknologi, waktu hingga ketersediaan lahan.
“Masih ada satu, dua, tiga, empat, lima tugas yang masih belum selesai. Oleh karena itu, sisa waktu yang kami miliki sampai dengan 2030 akan terus berusaha melengkapi seluruh aspek kehidupan masyarakat,” jelasnya.
Benyamin menyebut, sejumlah program telah dijalankan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Salah satunya program bedah rumah yang sejak 2022 telah menyasar lebih dari 2.000 rumah tidak layak huni milik masyarakat kurang mampu.
Di bidang pendidikan, Pemkot Tangsel juga memberikan bantuan kepada siswa yang tidak diterima di SMP negeri untuk melanjutkan pendidikan di sekolah swasta. Biaya personal pendidikan mereka turut dibantu melalui APBD.
“Tahun ini 5.000 lebih dan tahun kemarin 5.000 lebih sudah menikmati bantuan pendidikan yang disiapkan Pemerintah Kota,” ungkapnya.
Selain peserta didik, perhatian juga diberikan kepada tenaga pendidik. Pemkot Tangsel memfasilitasi guru sekolah swasta, khususnya guru SD, yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang sarjana melalui kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi.
Menurut Benyamin, pendidikan menjadi salah satu kunci penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan mewujudkan kesejahteraan masyarakat.
Di sisi lain, perkembangan teknologi juga menjadi tantangan tersendiri. Pemkot Tangsel mendorong masyarakat, khususnya anak-anak, memiliki kemampuan untuk memilah informasi yang bermanfaat di tengah derasnya arus informasi digital.
Dalam pelayanan publik, Pemkot Tangsel juga terus melakukan inovasi melalui pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan Tangsel One. Salah satunya melalui layanan digital Helita (Hello Kita Tangerang Selatan) yang dapat digunakan masyarakat untuk memperoleh informasi maupun mengakses berbagai pelayanan publik.
“Kita sudah mencoba melangkah menggunakan kecerdasan buatan dalam pelayanan publik. Mudah-mudahan ini berjalan lancar karena ini adalah tuntutan zaman,” tuturnya.
Benyamin mengaku, pembangunan di Kota Tangsel juga diarahkan agar semakin inklusif dan mampu menjawab persoalan yang masih dihadapi masyarakat, termasuk persoalan air bersih, banjir, kemiskinan dan pengangguran.
Ia menyebut, dengan jumlah penduduk Tangsel yang telah mencapai lebih dari 1,4 juta jiwa, masih terdapat sekitar dua persen masyarakat yang berada dalam kondisi miskin dan hampir empat persen masuk kategori pengangguran terbuka.
“Kita ingin Kota Tangsel terus tumbuh sebagai kota yang maju, tetapi memiliki karakter kepedulian sosial dan kehidupan masyarakat yang religius,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Benyamin juga menekankan pentingnya peran masjid dalam pembangunan sosial masyarakat. Dengan jumlah lebih dari 700 masjid di Tangsel, ia berharap masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga pusat pembinaan umat.
“Masjid bukan hanya tempat melaksanakan ibadah, tetapi juga menjadi pusat pembinaan umat, pendidikan, silaturahmi, kepedulian sosial dan penguatan nilai-nilai kebangsaan,” tutupnya. (*)





