CIPUTAT, BANTENEKSPRES.CO.ID – Perjuangan mempertahankan dan mengisi kemerdekaan Indonesia dinilai memiliki tantangan yang berbeda antara generasi terdahulu dengan generasi muda saat ini.
Ketua Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) DPD Kota Tangsel Zulkarnain mengatakan, jika para veteran dahulu menghadapi musuh yang nyata dalam perjuangan kemerdekaan, generasi muda saat ini menghadapi tantangan yang lebih kompleks.
“Memang beda. Perjuangan mereka mungkin lebih berat. Kalau kami, musuh kami nyata, orang-orang asing atau penjajah. Sedangkan kalian berjuang dengan kondisi warga negara sendiri,” ujarnya kepada BANTENEKSPRES.CO.ID, Senin, 17 Agustus 2026.
Zulkarnain menambahkan, salah satu tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini adalah persoalan lapangan pekerjaan. Karena itu, ia menilai peningkatan keterampilan dan kemampuan menjadi penting agar anak muda dapat lebih mudah bersaing di dunia kerja.
“Kalau mereka punya skill, punya kemampuan, insya Allah mungkin lebih mudah mendapat pekerjaan. Lapangan pekerjaan juga perlu terus bertambah,” tambahnya.
Ia menjelaskan, perjuangan generasi muda saat ini tidak lagi dilakukan melalui peperangan seperti yang dialami para pejuang terdahulu. Perjuangan dapat diwujudkan melalui pendidikan, pekerjaan, keterampilan, serta kontribusi dalam membangun bangsa.
Zukarnain berharap kemerdekaan yang telah diperjuangkan para veteran dapat terus memberikan manfaat bagi seluruh masyarakat. Menurutnya, tujuan utama kemerdekaan adalah terciptanya kehidupan masyarakat yang sejahtera, aman, tenteram dan damai.
“Negara sudah berikhtiar dan berusaha menyejahterakan rakyatnya. Kemerdekaan itu pada dasarnya mampu menyejahterakan penduduknya. Artinya seluruh masyarakat Indonesia sejahtera, aman, tenteram dan damai,” harap Veteran Perdamaian ini.
Zulkarnain juga menceritakan kondisi para veteran di Kota Tangsel. Saat ini, jumlah veteran perjuangan yang masih ada semakin sedikit karena sebagian besar telah meninggal dunia. Saat ini jumlah veteran yang tergabung dalam LVRI Kota Tangsel hanya tinggal 6 orang.
Ia menyebut, terdapat veteran dengan berbagai latar belakang perjuangan, mulai dari veteran perjuangan kemerdekaan, veteran pembela kemerdekaan, hingga veteran perdamaian. Ada pula kategori veteran anumerta.
“Pada dasarnya ada tiga veteran, yakni veteran yang memperjuangkan kemerdekaan, veteran yang mempertahankan kemerdekaan dan veteran perdamaian. Ditambah mereka yang anumerta,” tuturnya.
Zulkarnain sendiri mengaku baru sekitar dua tahun bergabung dengan organisasi veteran setelah mendapatkan Surat Keputusan (SKep) dari Menteri Pertahanan.
Sementara itu, anggota LVRI DPD Kota Tangsel Teddy Edward (81) yang merupakan Veteran Dwikora menjelaskan terkait kondisi Kota Tangsel saat ini. Ia menilai pembangunan di wilayah tersebut sudah cukup baik. Salah satunya terlihat dari kondisi jalan dan infrastruktur hingga tingkat lingkungan.
“Pembangunannya saya lihat sampai ke RT/RW bagus. Jalan dan prasarananya lumayan,” ujarnya.
Teddy juga menilai pelayanan persampahan di lingkungan tempat tinggalnya cukup berjalan baik. Pengangkutan sampah dilakukan secara rutin sehingga kondisi lingkungan relatif terjaga.
“Di lingkungan saya, jalan-jalannya mulus. Sampah juga lancar. Seminggu dua kali truk sampah keliling,” tutupnya. (bud)
Reporter : Tri Budi





