Krisis Air Bersih Kosambi Barat, Di Balik Pipa Tersumbat dan Lempar Kewenangan Birokrasi Perumdam TKR

KOSAMBI,BANTENEKSPRES.CO.ID – Janji manis pasokan air bersih bagi warga RT 01 RW 03, Kampung Kebon Besar, Kelurahan Kosambi Barat, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang, tampaknya masih sebatas mimpi di atas kertas.

Meski keluhan kekeringan telah berlangsung selama hampir empat bulan, penanganan di lapangan terkesan lambat dan terbentur oleh rumitnya alur kewenangan di internal Perumdam Tirta Kerta Raharja (TKR) Kabupaten Tangerang.

Bacaan Lainnya

Berdasarkan penelusuran wartawan pada Jumat, 14 Agustus 2026, terkuak adanya benang kusut koordinasi antara unit produksi, kantor cabang pelayanan, hingga kantor pusat Perumdam TKR.

Di tingkat hulu, Instalasi Pengelolaan Air (IPA) Bojong Renged, sebagai pemasok utama air bersih wilayah Teluknaga, Kosambi dan sekitarnya mengklaim tidak ada kendala teknis dari sisi pasokan.

Debit air yang diolah diklaim sangat mencukupi kebutuhan masyarakat, bahkan di tengah ancaman musim kemarau.

“Kalau dari sisi produksi, suplai kita sebenarnya sudah sesuai standar dan cukup untuk mencukupi kebutuhan pelanggan. Misalkan kita suplai 150 Liter Per Second (LPS), itu secara hitungan sudah melebihi kebutuhan masyarakat,” ujar salah seorang pegawai IPA Bojong Renged.

Namun, ia menegaskan, tugas IPA Bojong Renged sebatas mengolah air baku dan menyuplainya ke jaringan utama.

Mengenai alasan mengapa air tidak sampai ke kran rumah warga Kosambi Barat selama empat bulan, pihak produksi mengaku tidak tahu-menahu.

“Masalah suplai ke konsumen atau keluhan di lapangan seperti kebocoran dan kemacetan pipa itu bukan wewenang bagian produksi. Ada bagiannya masing-masing,” tambahnya.

Penelusuran berlanjut ke Kantor Cabang Perumdam TKR Teluknaga pada pukul 15.30 WIB.

Di lokasi tersebut dalam percakapan, terungkap fakta mendasar mengenai keterbatasan peran kantor cabang.

Saat ini, Standar Operasional Prosedur (SOP) di Perumdam TKR membatasi kewenangan penanganan teknis di tingkat cabang.

“SOP yang sekarang membuat kami di cabang tidak bisa langsung melakukan tindakan teknis mandiri. Kantor cabang kini hanya bertugas menerima komplain dan pembayaran. Begitu ada laporan masuk via aplikasi atau WhatsApp, kami teruskan ke pusat. Nanti tim teknis dari pusat yang turun mendistribusikan penanganan,” terang seorang pegawai Perumdam TKR Cabang Teluknaga.

Pihak cabang mengklaim telah mengonsolidasikan keluhan warga Kosambi Barat sejak bulan Mei. Penanganan sempat dilakukan dan air sempat mengalir sesaat, namun kemudian terhenti kembali.

Krisis air bersih ini sempat diwarnai aksi protes warga hingga peninjauan langsung oleh Plt. Camat kosambi dan Lurah Kosambi Barat.

Pihak Kelurahan Kosambi Barat bahkan mendatangi Kantor Pusat Perumdam TKR pada awal pekan ini setelah video warga yang mengeluhkan kekeringan mendadak viral di media sosial.

Hingga saat ini, pihak Perumdam TKR Cabang Teluknaga belum dapat memberikan keterangan resmi terkait kepastian kapan aliran air kembali normal, mengingat rilis resmi sepenuhnya merupakan kewenangan Humas Kantor Kantor Pusat Perumdam TKR.

Kini, warga Kosambi Barat hanya bisa berharap koordinasi antar lini di Perumdam TKR dapat segera membuahkan hasil nyata, agar krisis air bersih yang membelenggu aktivitas harian mereka selama empat bulan terakhir dapat segera berakhir. (*)

Krisis air bersih di Kosambi Barat, Kosambi, Kabupaten Tangerang, tak kunjung usai setelah 4 bulan. Pasokan terhambat akibat penyumbatan pipa dan lamanya birokrasi penanganan di internal Perumdam TKR. Foto: Zakky Adnan/bantenekspres.co.id

 

Pos terkait