CURUG,BANTENEKSPRES.CO.ID – Dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Kecamatan Curug menggelar Lomba Desain Motif Batik Tingkat Kecamatan Curug. Kegiatan tersebut menjadi wadah bagi masyarakat untuk menyalurkan kreativitas sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya dan identitas lokal melalui karya seni batik.
Mengusung tema “Batik Curug Tradisi, Kearifan, dan Identitas Lokal”, perlombaan ini diharapkan mampu melahirkan berbagai motif batik yang tidak hanya memiliki nilai estetika tinggi, tetapi juga menggambarkan karakter, potensi, serta kearifan lokal yang dimiliki wilayah Kecamatan Curug.
Kegiatan tersebut turut menghadirkan sejumlah dewan juri yang kompeten di bidang budaya dan seni, di antaranya Ketua TP PKK Kecamatan Curug Ririn Alpianti Arif, tokoh budaya sekaligus perajin batik khas Tangerang dan Ketua Balai Adat Keariaan atau Kearifan Tangerang dari Kampung Batik Ali Akipin, Putri Budaya Bunga Ramadhani, serta guru seni dari SMAN 32 Fathur Alkhazar Istohari.
Camat Curug Arif Rachman Hakim mengatakan, bahwa lomba desain motif batik ini merupakan salah satu upaya pemerintah kecamatan untuk mendorong masyarakat agar semakin mencintai dan melestarikan budaya bangsa, khususnya seni batik yang telah menjadi warisan budaya Indonesia.
“Melalui lomba ini, kami ingin memberikan ruang bagi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk mengekspresikan kreativitasnya dalam bentuk karya batik yang mencerminkan identitas Curug. Batik bukan hanya kain bermotif, tetapi juga media untuk menceritakan sejarah, potensi, serta kearifan lokal yang dimiliki daerah,” ujar Arif kepada Bantenekspres.co.id, Kamis 13 Agustus 2026.
Menurutnya, batik memiliki nilai budaya yang sangat tinggi dan menjadi salah satu identitas bangsa Indonesia yang harus dijaga serta dikembangkan dari generasi ke generasi.
“Kecamatan Curug memiliki banyak potensi dan kekayaan budaya yang dapat dituangkan dalam motif batik, mulai dari unsur sejarah, tradisi masyarakat, hingga potensi alam dan pembangunan daerah. Kami berharap dari lomba ini lahir motif-motif khas Curug yang nantinya bisa menjadi kebanggaan bersama,” katanya.
Arif menambahkan, peringatan HUT ke-81 RI tidak hanya diisi dengan kegiatan seremonial dan perlombaan semata, tetapi juga harus menjadi momentum untuk memperkuat kecintaan terhadap budaya bangsa.
“Semangat kemerdekaan harus diwujudkan melalui karya nyata. Salah satunya dengan menjaga dan mengembangkan budaya lokal. Batik Curug diharapkan dapat menjadi simbol persatuan, kreativitas, dan identitas masyarakat Curug,” tuturnya.
Ia juga mengapresiasi antusiasme peserta yang telah mengikuti lomba desain motif batik tersebut.
“Kami sangat bangga melihat semangat masyarakat dalam berkarya. Ini membuktikan bahwa budaya batik masih hidup dan dicintai. Tugas kita bersama adalah terus merawat, mengembangkan, dan memperkenalkannya kepada generasi mendatang,” ungkap Arif.
Lebih lanjut, Arif berharap hasil dari perlombaan tersebut dapat menjadi awal lahirnya motif batik khas Curug yang memiliki nilai ekonomi sekaligus mampu memperkuat sektor ekonomi kreatif masyarakat.
“Batik tidak hanya memiliki nilai seni, tetapi juga potensi ekonomi yang besar. Jika dikelola dengan baik, motif khas Curug dapat menjadi produk unggulan daerah yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.
Melalui kegiatan ini, Kecamatan Curug ingin membangun semangat masyarakat untuk terus mencintai, melestarikan, dan mengembangkan budaya seni batik Indonesia.
“Semangat berkarya dan menjaga warisan budaya diharapkan menjadi bagian dari upaya bersama mewujudkan Curug yang semakin kreatif, berbudaya, dan membanggakan,” tutupnya. (*)
Reporter: Randy Yastiawan










