TANGERANG, BANTENEKSPRES.CO.ID – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Tangerang terus mematangkan persiapan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) menjelang pelaksanaan upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Kepala Badan Kesbangpol Kota Tangerang, Wawan Fauzi, mengatakan saat ini para calon Paskibraka (Capaska) telah memasuki tahapan gladi kotor dan akan dilanjutkan dengan gladi bersih sebelum dikukuhkan sebagai Paskibraka Kota Tangerang.
“Alhamdulillah kami terus latihan, gladi bersih. Capaska yang ada itu terdiri dari 24 putra dan 26 putri, yang berasal dari perwakilan beberapa sekolah SMA yang ada di Kota Tangerang, yang lolos seleksi,” ujarnya kepada bantenekspres.co.id, Kamis (13/8).
Ia menjelaskan, tahapan seleksi Paskibraka telah dilakukan sejak awal tahun. Para pelajar dari sejumlah SMA di Kota Tangerang mengikuti berbagai tahapan seleksi, mulai dari aspek mental dan ideologi Pancasila, kemampuan fisik, hingga Peraturan Baris-Berbaris (PBB).
Dari proses tersebut, sebanyak 754 pelajar mengikuti pendidikan dan pelatihan (diklat) Paskibra. Selanjutnya, sebagian peserta lolos untuk mewakili Kota Tangerang pada seleksi tingkat Provinsi Banten.
“Ada 754 putra-putri total keseluruhan. Nah, dari jumlah itu, lolos ke tingkat provinsi ada 10 orang. Sekarang mewakili Kota Tangerang di tingkat provinsi 10 orang, lima putra lima putri,” katanya.
Sementara itu, pelajar lainnya disiapkan untuk memperkuat pasukan di tingkat Kota Tangerang maupun kecamatan. Proses tersebut tetap melalui seleksi dan pembinaan yang telah dilakukan sebelumnya.
Wawan menegaskan, mereka yang terpilih menjadi kompi Paskibraka merupakan pelajar yang telah melewati serangkaian seleksi dan pelatihan. Karena itu, mereka dinilai sebagai putra-putri terbaik yang memenuhi persyaratan untuk menjalankan tugas pengibaran bendera.
“Setelah lolos seleksi, mereka mengikuti diklat Paskibra, terus lolos seleksi masuk ke kompi Paskibraka. Tentu ini adalah putra-putri terbaik Kota Tangerang saat ini yang memenuhi syarat menjadi pasukan pengibar bendera duplikat pusaka,” jelasnya.
Menurut Wawan, seleksi tidak hanya menitikberatkan pada kemampuan fisik. Pemahaman terhadap ideologi Pancasila dan wawasan kebangsaan juga menjadi bagian penting dalam menentukan calon Paskibraka.
“Makanya tadi seleksinya itu bukan hanya fisik, tapi juga menyangkut mental ideologi kebangsaan. Ada tesnya,” tegasnya.
Kata dia, untuk memastikan kesiapan para anggota Paskibraka, Kesbangpol juga menerapkan masa karantina melalui program Desa Bahagia. Selama karantina, para calon Paskibraka tidak hanya menjalani latihan teknis di bawah bimbingan pelatih dari unsur TNI dan senior dari Duta Pancasila Paskibraka Indonesia (DPPI) Kota Tangerang, tetapi juga mendapatkan pembinaan wawasan.
“Saat ini mereka sudah masuk proses karantina. Selama proses Desa Bahagia ini mereka selain terus latihan di bawah bimbingan pelatih yang memang ditunjuk dari unsur TNI dan senior mereka dari DPPI, mereka juga di sesi lainnya ada pengembangan wawasan,” ungkapnya.
Ia menambahkan, rangkaian latihan akan terus dilakukan hingga menjelang pengukuhan. Setelah gladi kotor, para calon Paskibraka dijadwalkan menjalani gladi bersih sebelum dikukuhkan pada 15 Agustus 2026.
“InsyaAllah cukuplah sampai besok idealnya. Paling tidak kalau memang masih dirasakan butuh, paling sampai tanggal 15. Nah, tanggal 15 kami sudah masuk ke agenda pengukuhan mereka menjadi Paskibraka,” pungkasnya.
Wawan juga menyebutkan, setelah menjalankan tugas sebagai Paskibraka, para anggota tidak berhenti pada tugas seremonial semata. Mereka akan menjadi bagian dari Duta Pancasila Paskibraka Indonesia yang diharapkan dapat terus membawa nilai-nilai Pancasila dan kebangsaan di tengah masyarakat. (*)
Reporter: M. Dhuyuf Khuzaimi





