TANGERANG, BANTENEKSPRES.CO.ID — SMP Negeri 25 Kota Tangerang yang berlokasi di bilangan Kecamatan Larangan ini terus berkomitmen memperkuat karakter dan potensi peserta didik melalui berbagai program kegiatan sekolah yang terstruktur. Mulai dari pembinaan keimanan, kedisiplinan upacara, hingga beragam kegiatan ekstrakuruler disiapkan secara konsisten untuk membentuk profil pelajar yang unggul secara akademik maupun moral.
Kepala SMPN 25 Kota Tangerang, Marsum mengatakan, pembentukan karakter religius siswa telah menjadi rutinitas harian dan mingguan yang mengakar di lingkungan sekolahnya. Salah satu program unggulannya adalah Pembinaan Iman dan Taqwa (Imtaq) yang rutin dilaksanakan, seperti Salat Zuhur berjamaah setiap harinya sekaligus diisi Kultum atau ceramah yang hanya 7 menit oleh sang imam.
“Sudah jadi kebiasaan di sini, namanya rutinitas. Program Pembinaan Iman dan Taqwa kita laksanakan di jam nol, artinya di luar jam Kegiatan Belajar Mengajar (KBM),” ujar Marsum saat ditemui, Selasa, 11 Agustus 2026.
Dalam kegiatan tersebut, pihak sekolah memberdayakan anak-anak rohani Islam (Rohis) untuk mengambil peran aktif. Berbagai aktivitas keagamaan digelar secara bergantian, kegiatan lebih difokuskan setiap Jumat pagi sebelum KBM dimulai. Mulai dari belajar mengaji bersama, pembacaan surat Yasin, pelafalan Asmaul Husna, hingga pemberian tausiah.
Selain itu, pembiasaan religius juga diwujudkan melalui Salat Duha. Di hari Jumat, siswa laki-laki melaksanakan salat Jumat berjamaah, sementara siswi tetap melaksanakan Salat Zuhur berjamaah
“Kalau Salat Zuhur berjamaah untuk yang Putri di lantai tiga, yang putra di bawah. Mudah-mudahan kalau ke depan masjid jadi, bisa gabung ke sana semua tempatnya,” ujarnya.
Dikatakan, Marsum, peran siswa melalui Rohis ini dilibatkan secara maksimal dalam perayaan Peringatan Hari Besar Islam (PHBI) seperti Isra Mikraj dan Maulid Nabi.
Marsum memaparkan, selain fokus pada aspek keagamaan, SMPN 25 Kota Tangerang juga menyusun agenda pembinaan mingguan yang variatif guna menunjang kedisiplinan dan kreativitas siswa. Setiap Senin, selain upacara rutin, sekolah menerapkan sistem upacara paripurna di awal bulan atau pada hari besar nasional. Petugas upacara dipilih dari siswa-siswi pilihan lintas kelas yang memiliki minat dan kesiapan khusus.
Kemudian setiap Selasa, kegiatan literasi massal yang melibatkan siswa secara aktif per kelas untuk menumbuhkan budaya membaca.
“Untuk kegiatan kepramukaan wajib kita laksanakan setiap Rabu, untuk melatih kemandirian, kepemimpinan, dan kerja sama tim,” paparnya.
“Nah di sekolah kita juga ada wadah khusus bagi siswa untuk mengekspresikan potensi diri, baik di bidang tarik suara maupun seni tari. Bagi yang punya potensi mau menyanyi, silakan. Yang punya potensi mau menari, silakan. Makanya kita fasilitasi buat pengembangan diri,” sambungnya.
Tidak hanya itu, sekolah turut memfasilitasi berbagai kegiatan ekstrakuruler pilihan untuk menyalurkan minat dan bakat siswa secara profesional, seperti bidang keolahragaan, yakni Basket, Futsal dan lainnya. Kemudian eskul Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra), marching band, hingga paduan suara (vokal grup).
Melalui rangkaian program komprehensif ini, Marsum berharap, dapat terus mencetak generasi muda yang religius, disiplin, berprestasi, serta memiliki ruang yang luas untuk mengeksplorasi potensi terbaik mereka.(*)











