TANGERANG, BANTENEKSPRES.CO.ID — Kisah inspiratif datang dari dunia olahraga catur pelajar SD Negeri Karawaci Baru I, Kota Tangerang. Berawal dari kekhawatiran orang tua terhadap kecanduan gawai (gadget), siswa kelas 6 bernama Muhammad Rafif Hanan Adyatama, kini menjelma menjadi atlet catur potensial yang sukses menembus jajaran 5 besar pada Kejuaraan Catur tingkat Provinsi Banten 2026. Ajang bergengsi tersebut diselenggarakan di Sosoro Mal Eksekutif Merak, Kota Cilegon, pada 8 Agustus 2026.
Di balik prestasi anak tunggal dari pasangan Dudi Dihernawan dan Heny Hendriyani itu tersimpan cerita perjuangan keluarga yang patut diapresiasi.
Sang Ibunda, Heny Hendriyani menceritakan, bahwa perjalanan anaknya bermula dari kebiasaan bermain ponsel yang cukup membuatnya cemas. Demi mengatasi hal tersebut, ia sempat berkonsultasi dengan seorang psikiater.
“Arahannya, kasih permainan yang dia minati yang dia minati. Setelah saya larang main hape sekaligus saya tanyakan permainan yang dia sukai, akhirnya dia minta catur,” ungkap Heny saat dihubungi, Selasa, 11 Agustus 2026.
Berbekal papan catur yang ada di rumah, Hanan mulai belajar secara otodidak. Sempat ingin belajar melalui gawai, sang ibu akhirnya memfasilitasi laptop milik ayahnya agar Hannan bisa belajar via YouTube dengan pendampingan langsung dari sang ayah yang juga mengenalkan dasar-dasar langkah buah catur.
Seiring berjalannya waktu, bakat Hanan mulai terlihat saat duduk di kelas 4 SD. Pada Februari 2024, ia diikutsertakan dalam ajang Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tingkat kecamatan, dilanjutkan ke O2SN tingkat Kota Tangerang pada April 2025 di mana ia berhasil masuk jajaran 12 besar.
“Meski cuma sampai di 12 apa 15 besar, saya sebagai orang tua cukup bangga, karena anak saya baru berjalan hampir setahun lah bisa catur,” kata Hany.
Melihat potensi prestasi yang menjanjikan, Heny kemudian mencarikan pelatih khusus dari Percasi Kota Tangerang. Hannan juga mulai bergabung dengan komunitas catur di TangCity Mal dengan jadwal latihan rutin dua kali dalam seminggu.
Konsistensi tersebut membuahkan hasil. Saat menginjak kelas 5 SD pada Juli 2025, Hanan pertama kalinya terjun ke Kejuaraan tingkat Provinsi Banten pada 2025 lalu yang digelar di Kota Serang.
“Hanan cuma tiga kali menang dan tiga kali kalah. Karena lawannya sudah pada profesional. Meski Hanan masih kategori baru lah ya, tapi sudah bisa menang tiga kali,” ujarnya.
Pada kejuaraan tingkat Provinsi Banten yang digelar di Sosoro Mal Eksekutif Merak, Kota Cilegon, pada 8 Agustus 2026, Hanan menunjukkan progres signifikan dengan sukses merangsek ke peringkat 5 besar.
“Informasinya yang masuk 10 besar di kejuaran provinsi kemarin, bisa ikut kejuaraan nasional. Insya Allah Hanan bisa ikut,” ujarnya.
Meski belum pernah mengikuti Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (Pusatcab) yang diselenggarakan oleh Koni Kota Tangerang, jam terbang Hanan di dunia turnamen sudah cukup tinggi. Dalam waktu dekat, Hannan dijadwalkan kembali turun bertanding pada 15 Agustus 2026 nanti di ajang Turnamen U-13 di Senayan, Jakarta. Kemudian Kejuaraan Catur Tingkat Pelajar Nasional yang Diselenggarakan oleh ITB86 Bidak Ganesha ke-6 di Aula Barat Kampus ITB.
“Ikut kejuaraan di ITB daftarnya aja rebutan, seperti War Tiket Konser. Dalam waktu 6 menit, kategori SD Kelas 4, 5 dan 6 putra langsung sold out, langsung closing,” kata Hany.
Menatap masa depan sang buah hati, Heny berharap, prestasi catur Hanan dapat terus meningkat. Selain menjadi kebanggaan keluarga, sekolah, dan pihak terkait, prestasi ini diharapkan bisa menjadi modal berharga bagi Hannan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang SMP Negeri serta meraih kesuksesan yang lebih besar di masa mendatang.(*)











