SERPONG, BANTENEKSPRES.CO.ID – Jumlah kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di Kota Tangsel terus meningkat. Hingga minggu kedua Agustus 2026 jumlah penderita ISPA telah mencapai 124.688 kasus.
Jumlah tersebut berdasarkan data Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR) Dinas Kesehatan Kota Tangsel. Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangsel Allin Hendalin Mahdaniar mengatakan, kenaikan kasus ISPA tersebut terpantau melalui SKDR. Sistem tersebut digunakan untuk memantau perkembangan penyakit dan mendeteksi potensi peningkatan kasus secara dini.
“Meningkatnya kasus ISPA ini karena masyarakat menghadapi kondisi cuaca panas dan musim kemarau,” ujarnya kepada BANTENEKSPRES.CO.ID, Selasa, 11 Agustus 2026.
Allin mengaku, sebelumnya pihaknya telah mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai dampak kesehatan yang dapat muncul akibat kondisi tersebut. Dimana paparan suhu udara yang tinggi dalam waktu lama dapat menyebabkan berbagai gangguan kesehatan, mulai dari dehidrasi dan kelelahan akibat panas atau heat exhaustion hingga heat stroke.
Kondisi heat stroke merupakan kegawatdaruratan medis yang membutuhkan penanganan segera. Selain itu, musim kemarau juga berpotensi menyebabkan penurunan kualitas udara dan keterbatasan ketersediaan air bersih.
“Kondisi ini menjadi salah satu faktor yang perlu diwaspadai masyarakat karena dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan, termasuk ISPA,” tambahnya.
Menurutnya, pihaknya terus memperkuat kewaspadaan melalui SKDR untuk memantau penyakit yang berpotensi meningkat selama cuaca panas dan musim kemarau. Dinkes juga terus memperkuat kewaspadaan melalui SKDR untuk memantau potensi peningkatan penyakit akibat cuaca panas dan musim kemarau, seperti ISPA, diare akut dan DBD.
“Kami minta masyarakat agar mengenali gejala gangguan kesehatan akibat cuaca panas, seperti keringat berlebih, kulit terasa panas dan kering, jantung berdebar, kulit pucat, kram, mual, muntah, pusing, serta berkurangnya frekuensi buang air kecil dengan warna urine yang lebih pekat,” harapnya.
Mantan Direktur RSU Kota Tangsel ini juga mengimbau masyarakat untuk memperbanyak minum air putih dan tidak menunggu hingga merasa haus. Warga juga diminta mengurangi aktivitas di luar ruangan dan bila memungkinkan, berteduh pada pukul 11.00 hingga 15.00 WIB.
Selain menjaga kondisi tubuh, masyarakat diminta menggunakan pakaian yang ringan, longgar, dan berwarna terang. “Masyarakat dianjurkan menggunakan tabir surya minimal SPF 30 sebelum beraktivitas di luar ruangan serta memakai masker ketika kualitas udara menurun atau polusi udara meningkat,” ungkapnya.
Allin berharap, bila masyarakat mengalami keluhan kesehatan akibat cuaca panas yang tidak kunjung membaik, masyarakat diminta segera mendatangi fasilitas pelayanan kesehatan terdekat. pihaknya memastikan pemantauan dan edukasi terus dilakukan untuk mengantisipasi dampak kesehatan selama musim panas dan kemarau. (*)





