Kurangi Sampah ke TPA, Kecamatan Pagedangan Gencarkan Pembentukan Bank Sampah

Warga kampung Pondok Jengkol, Desa Lengkong Kulon, Kecamatan Pagedangan saat mengumpulkan sampah kering untuk di setorkan ke bank sampah. Randy/Bantenekspres.co.id

PAGEDANGAN,BANTENEKSPRES.CO.ID– Camat Pagedangan, Ramdani, terus mendorong setiap desa dan kelurahan di wilayah Kecamatan Pagedangan untuk menggerakkan program bank sampah sebagai upaya menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Dengan adanya gerakan tersebut, Kecamatan Pagedangan berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan lingkungan terus meningkat sehingga tercipta lingkungan yang sehat, nyaman, dan produktif.

Bacaan Lainnya

Melalui sistem pengelolaan yang menyerupai sistem perbankan, masyarakat dapat menyetorkan sampah yang telah dipilah sesuai dengan jenisnya untuk kemudian ditimbang dan dicatat sebagai tabungan.

Menurut Ramdani, keberadaan bank sampah tidak hanya berfungsi sebagai sarana pengelolaan sampah berbasis masyarakat, tetapi juga menjadi salah satu langkah nyata untuk mengurangi volume sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA).

“Bank sampah merupakan salah satu solusi yang dapat diterapkan secara berkelanjutan oleh masyarakat. Kami berharap setiap wilayah dapat memiliki bank sampah yang aktif dan dikelola dengan baik sehingga manfaatnya bisa dirasakan secara langsung oleh warga,” kata Ramdani kepada Bantenekspres.co.id, Rabu 5 Agustus 2026.

Ia menjelaskan, bahwa bank sampah memiliki fungsi utama sebagai strategi pengelolaan sampah berbasis masyarakat dengan cara memilah, mengumpulkan, dan menyalurkan sampah anorganik yang masih memiliki nilai ekonomi kepada industri daur ulang.

“Kami ingin mengubah pola pikir masyarakat bahwa sampah bukan sekadar barang buangan. Di balik sampah yang dikelola dengan baik, terdapat nilai ekonomi yang dapat membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, upaya tersebut juga menjadi langkah penting dalam membangun kesadaran masyarakat untuk lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan.

“Ketika masyarakat sudah memahami pentingnya memilah sampah dari rumah, dampaknya akan sangat besar. Lingkungan menjadi lebih bersih, jumlah sampah yang dibuang ke TPA berkurang, dan masyarakat pun memperoleh manfaat ekonomi,” ungkapnya.

Ramdani menegaskan, bahwa pengelolaan sampah harus menjadi tanggung jawab bersama, mulai dari pemerintah hingga masyarakat. Oleh karena itu, kolaborasi dari seluruh elemen masyarakat menjadi faktor utama dalam menyukseskan program tersebut.

“Kami tidak bisa bekerja sendiri. Diperlukan peran aktif masyarakat, mulai dari tingkat RT, RW, kader lingkungan, hingga pemerintah desa agar program ini berjalan secara optimal,” katanya.

Ia menambahkan, bahwa bank sampah juga dapat menjadi sarana edukasi bagi masyarakat mengenai pentingnya menjaga lingkungan sekaligus mengajarkan kebiasaan memilah sampah sejak dini kepada anak-anak.

“Apabila budaya memilah sampah sudah tumbuh dalam kehidupan sehari-hari, maka kita tidak hanya menciptakan lingkungan yang bersih, tetapi juga membangun generasi yang memiliki kepedulian tinggi terhadap lingkungan,” tuturnya.

Ramdani berharap keberadaan bank sampah dapat mendorong masyarakat untuk semakin aktif mengelola sampah dengan baik dan benar.

“Kami ingin masyarakat menyadari bahwa sampah masih memiliki nilai dan manfaat apabila dikelola dengan tepat. Harapannya, masyarakat dapat semakin bersemangat untuk mengumpulkan, memilah, dan memanfaatkan sampah sehingga memberikan dampak positif bagi lingkungan maupun perekonomian keluarga,” ungkapnya.

Sementara itu, Nanik salah satu warga kampung Pondok Jengkol, Desa Lengkong Kulon menjelaskan, bahwa semenjak adanya bank sampah yang di kelola oleh desa banyak sekali manfaatnya. Karena setiap seminggu sekali dilakukan penimbangan dan setelah itu mendapat hasil lumayan.

“Saya di rumah biasanya botol plastik, kardus, atau sampah yang kering saya kumpulkan. Nanti, ada petugas yang mencatat dan saya bersama warga lain mendapatkan uang dari hasil mengumpulkan sampah kering,” tutupnya. (*)

 

 

 

Pos terkait