Semangat Kemerdekaan, Warga RW 06 Puri Dewata Indah I Bentangkan Bendera Merah Putih Sepanjang 387 Meter

Hamparan kain Merah Putih membentang sepanjang 387 meter di Jalan Puri Dewata Indah I, jalan utama RW 06, Kelurahan Poris Plawad Utara, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang. Foto: Dhuyuf

CIPONDOH, BANTENEKSPRES.CO.ID – Hamparan kain Merah Putih membentang sepanjang 387 meter di Jalan Puri Dewata Indah I, jalan utama RW 06, Kelurahan Poris Plawad Utara, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang. Bentangan bendera raksasa dengan lebar tiga meter itu menjadi pemandangan yang mencuri perhatian sekaligus membangkitkan semangat warga menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

 

Bacaan Lainnya

Di balik pemasangan bendera tersebut, tersimpan semangat gotong royong dan kecintaan terhadap Tanah Air. Gagasan itu berasal dari Ketua RW 06, Momon Chimon, yang sebelumnya sempat merencanakannya pada 2025. Namun, rencana tersebut baru dapat diwujudkan pada tahun ini setelah dirinya kembali dipercaya memimpin RW 06.

 

“Ide pemasangan bendera ini sebenarnya sudah ada sejak tahun 2025. Karena saat itu masa jabatan saya akan berakhir, akhirnya belum terlaksana. Alhamdulillah saya terpilih kembali, sehingga baru bisa diwujudkan pada 2026 ini,” ujarnya saat diwawancarai, Selasa 4 Agustus 2026.

 

Menurutnya, pemasangan bendera sepanjang hampir 400 meter bukan sekadar mempercantik lingkungan. Ia ingin menanamkan kembali semangat nasionalisme kepada masyarakat, terutama generasi muda, agar tidak melupakan perjuangan para pahlawan.

 

“Tujuan utamanya untuk menyemangati seluruh warga dan anak-anak muda, terutama yang masih sekolah, agar momen 17 Agustus tidak pernah dilupakan sebagai bentuk penghormatan atas jasa para pahlawan yang telah memperjuangkan kemerdekaan,” katanya.

 

Momon menambahkan, semangat tersebut justru harus terus dijaga meski bangsa sedang menghadapi berbagai tantangan.

 

“Walaupun di tahun ini Indonesia lagi tidak baik-baik saja secara politik dan ekonomi, semangat memasang bendera jangan sampai padam. Momentum kemerdekaan harus tetap kita rayakan dengan penuh kebanggaan,” tuturnya.

 

Dikatakannya, proses pemasangan bendera dilakukan secara bertahap. Selama sekitar sepekan, warga menyiapkan tiang penyangga dari bambu bekas yang diperoleh dari rumah-rumah warga yang sedang melakukan renovasi. Sementara itu, kain bendera dijahit secara swadaya oleh sang istri, Helmi, sebelum dipasang bersama-sama selama dua malam.

 

“Semua pengurus RT, pengurus RW, Karang Taruna, dan warga ikut membantu. Alhamdulillah seluruh masyarakat mendukung hingga pemasangan selesai, sehingga pada 1 Agustus bendera sudah berkibar,” ungkapnya.

 

Seluruh kegiatan juga didanai secara swadaya. Ia menyebut, dana berasal dari kas RW, sumbangan masyarakat, hingga dana pribadi Ketua RW. Hingga seluruh rangkaian pemasangan selesai, biaya yang telah dikeluarkan mencapai sekitar Rp25 juta, belum termasuk bantuan lampu hias dari warga yang membuat total nilainya mendekati Rp30 juta.

 

Semangat tersebut tidak berhenti pada tahun ini. Momon bahkan telah menyiapkan rencana yang lebih besar untuk peringatan Hari Kemerdekaan tahun depan.

 

“Insya Allah tahun depan akan lebih baik lagi. Kalau sekarang panjangnya 387 meter, mudah-mudahan nanti bisa diperpanjang hingga sekitar 820 meter, bahkan masuk ke gang-gang lingkungan agar semangat kemerdekaan dirasakan seluruh warga,” ujarnya.

 

Ia berharap bentangan Merah Putih itu tidak hanya menjadi daya tarik visual, tetapi juga mampu menumbuhkan rasa cinta Tanah Air dan mempererat kebersamaan masyarakat.

 

“Harapan saya, warga semakin menghargai hari-hari besar nasional, semakin menghormati jasa para pahlawan, dan semoga Indonesia serta pemerintah ke depan menjadi lebih baik lagi,” pungkasnya. (*)

 

Reporter: M Dhuyuf Khuzaimi

Pos terkait