JAMBE,BANTENEKSPRES.CO.ID – Kecamatan Jambe terus melakukan berbagai inovasi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), program ketahanan pangan, serta penguatan potensi lokal yang menjadi ciri khas setiap desa.
Berbagai program tersebut dinilai mampu memberikan manfaat secara langsung kepada masyarakat. Selain membuka peluang usaha baru, program tersebut juga menjadi sarana untuk meningkatkan pendapatan warga sekaligus memperkuat perekonomian daerah.
Camat Jambe Tatang Suryana mengatakan, bahwa pengembangan UMKM dan ketahanan pangan merupakan salah satu langkah strategis yang terus dilakukan pemerintah kecamatan bersama pemerintah desa untuk menciptakan masyarakat yang mandiri dan sejahtera.
Menurutnya, keberhasilan suatu program tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat dalam memanfaatkan berbagai peluang yang tersedia.
“Kami terus mendorong masyarakat untuk berani memulai usaha dan mengembangkan potensi yang dimiliki. Kecamatan Jambe memiliki banyak sumber daya yang dapat dikembangkan menjadi produk unggulan yang bernilai ekonomi tinggi,” ujar Tatang kepada Bantenekspres.co.id, Selasa 4 Agustus 2026.
Ia menjelaskan, program ketahanan pangan yang telah berjalan di sejumlah wilayah menjadi bukti bahwa masyarakat mampu memanfaatkan lahan yang tersedia untuk menghasilkan produk yang bernilai jual.
“Kami ingin masyarakat tidak hanya menjadi penonton, tetapi menjadi pelaku utama dalam pembangunan ekonomi di wilayahnya masing-masing. Ketika masyarakat bergerak, maka perekonomian daerah juga akan ikut berkembang,” katanya.
Selain sektor UMKM dan ketahanan pangan, Kecamatan Jambe juga memiliki potensi besar dalam bidang keterampilan tangan. Salah satu produk yang terus berkembang hingga saat ini adalah kerajinan topi bambu yang telah berhasil menembus pasar nasional.
“Kami merasa bangga karena hasil karya masyarakat mampu bersaing dan mendapatkan tempat di pasar yang lebih luas. Ini membuktikan bahwa potensi yang dimiliki masyarakat Jambe sangat besar dan memiliki daya saing yang tinggi,” ungkap Tatang.
Ia menambahkan, bahwa pemerintah kecamatan akan terus memberikan dukungan kepada masyarakat yang memiliki inovasi dan gagasan baru untuk meningkatkan kesejahteraan bersama.
“Pada prinsipnya, kami akan mendukung setiap inovasi yang lahir dari masyarakat. Pemerintah harus hadir untuk memberikan pendampingan, pembinaan, serta membantu menciptakan peluang yang lebih besar bagi masyarakat,” ujarnya.
Tatang juga meminta seluruh pemerintah desa untuk lebih aktif dalam mengidentifikasi berbagai potensi yang ada di wilayah masing-masing sehingga dapat dikembangkan menjadi produk unggulan.
“Pemerintah desa harus mampu melihat potensi yang ada di wilayahnya. Jangan sampai ada potensi yang besar, tetapi tidak dikembangkan dengan baik. Setiap desa memiliki karakteristik yang berbeda dan hal itu dapat menjadi kekuatan ekonomi masyarakat,” katanya.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan para pelaku usaha menjadi faktor penting dalam menciptakan inovasi yang berkelanjutan.
“Kami berharap seluruh masyarakat dapat memanfaatkan kesempatan yang ada. Jika potensi ini terus dikembangkan, bukan tidak mungkin Kecamatan Jambe akan memiliki lebih banyak produk unggulan yang dikenal secara luas dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tuturnya.
Ia menegaskan, bahwa pemerintah kecamatan akan terus berupaya menjadikan setiap potensi yang dimiliki masyarakat sebagai identitas daerah yang mampu memberikan manfaat ekonomi dalam jangka panjang.
“Ketika potensi daerah berkembang, masyarakat akan merasakan manfaatnya secara langsung. Inilah yang terus kami dorong agar Kecamatan Jambe memiliki ciri khas yang membanggakan sekaligus mampu meningkatkan taraf hidup masyarakat,” tutupnya.(*)
Reporter: Randy Yastiawan










