Di Kabupaten Serang, Kawah Lumpur Belerang Dibangun Koperasi Desa Merah Putih

Terlihat dari belakang bagian gedung KDMP, berdiri di atas lahan kawah lumpur belerang, di Kampung Gosalih Kawah, Desa Cimaung, Kecamatan Cikeusal, Kabupaten Serang, Senin 3 Agustus 2026. Foto : Agunggumelar/Bantenekspres.co.id

 

CIKEUSAL,BANTENEKSPRES.CO.ID – Di Kabupaten Serang, tepatnya di Kampung Gosalih Kawah, Desa Cimaung, Kecamatan Cikeusal, terdapat kawah lumpur belerang yang di atasnya dibangun Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).

Bacaan Lainnya

Berdasarkan hasil pantauan di lokasi, pada Senin 3 Agustus 2026, bangunan KDMP tersebut untuk lokasinya sekitar 500 meter dari jalan raya Ciruas Petir.

Jalan untuk menuju lokasi KDMP sudah dibeton, namun ada bagian jalan mulai mengalami kerusakan, dapat dilalui oleh kendaraan roda dua dan empat.

Sesampainya di lokasi KDMP tercium bau aroma belerang, terdapat pusat kubangan belerang yang tidak jauh dari bangunan KDMP, tepatnya di bagian belakang gedung.

Dari keterangan warga sekitar bernama Bisri (54), kawah lumpur belerang ini sudah ada sejak bertahun-tahun lalu, ada material lumpur dari aktivitas gas yang menguap dari bawah tanah ke atas hingga menghasilkan aroma belerang.

“Sudah ada dari zaman dulu juga, bau belerang ada pusat kubangannya juga, sekarang aja ini musim kemarau jadinya kering, tapi masih tetep tercium belerangnya,” katanya kepada wartawan saat ditemui di lokasi.

Bisri mengatakan, dahulu lokasi kawah lumpur ini banyak ditangani masyarakat untuk mengambil air belerangnya, karena dipercaya dapat menyembuhkan penyakit.

“Itu sih tergantung kepercayaan ya, dulu banyak yang dapat buat ambil air bahkan mandi, tapi sekarang sudah tidak ada palingan satu dua orang saja,” ujarnya.

Kata Bisri, apabila musim penghujan air belerang itu akan muncul dan menggenangi kawah lumpur tersebut, akan terlihat jelas seperti air mendidih di kawah lumpur ini apabila musim hujan datang.

“Kalau musim hujan itu kelihatan jelas kaya air mendidih, sekarang aja lagi kemarau jadi tidak terlihat, sekarang ada aliran air jadi air belerang ini mengalir ke saluran irigasi yang sudah dibangun jadi tidak banjir,” ucapnya.

Dikatakan Bisri, bangunan KDMP sudah ada sejak dua bulan lalu, sampai sekarang masih tahap pembangunan, bagian sisi kanan gedung terdapat galian yang disiapkan untuk mengantisipasi banjir agar air belerang tidak masuk.

Lahan kawah lumpur belerang dijadikan bangunan KDMP ini merupakan lahan bengkok desa, yang sebelumnya sudah tidak dimanfaatkan lagi.

“Sudah ada dua bulan bangunan ini, masih dalam tahapan pembangunan belum selesai, katanya sih mau jual barang-barang murah, saya berharap sih harganya lebih murah dibanding di warung ya,” tuturnya. (*)

 

Pos terkait