SERPONG, BANTENEKSPRES.CO.ID – Antusiasme masyarakat mengikuti Hari Bebas Kendaraan Bermotor (Car Free Day/CFD) di Kota Tangerang Selatan terus meningkat. Melihat tingginya partisipasi warga, Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie mewacanakan penyelenggaraan Car Free Night (CFN) serta memperluas pelaksanaan CFD ke tujuh kecamatan.
CFD yang berlangsung di Jalan Pahlawan Seribu, Serpong, Minggu 2 Agustus 2026 dipadati ribuan warga sejak pukul 06.00 hingga 09.00 WIB. Kawasan bebas kendaraan itu membentang dari lampu merah German Centre hingga putaran balik ITC BSD dan menjadi lokasi favorit warga untuk berolahraga, bersepeda, berjalan santai bersama keluarga, hingga berburu kuliner dan produk UMKM.
Melihat tingginya animo masyarakat, Benyamin menilai sudah saatnya Tangsel memiliki ruang publik serupa yang dapat dinikmati pada malam hari.
“Kita bikin Car Free Night. Nampaknya antusias warga Tangsel terhadap Car Free Day cukup bagus. Jangan hanya siang saja, nanti kita adakan Car Free Night,” ujar Benyamin.
Menurutnya, ruang publik harus dimanfaatkan secara maksimal sebagai tempat interaksi masyarakat sekaligus mendorong pola hidup sehat. Ia juga mengajak seluruh warga terus mendukung pembangunan Tangsel yang mengusung konsep cerdas, modern, dan religius.
“Yuk Tangsel kita bangun terus, kita jadikan Tangerang Selatan yang sesuai dengan moto pembangunannya, cerdas, modern, dan religius,” katanya.
Benyamin juga mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan selama pelaksanaan CFD. Pemkot Tangsel telah menyediakan tempat sampah terpilah untuk sampah organik dan anorganik agar masyarakat terbiasa membuang sampah pada tempatnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kota Tangsel Mohamad Ervin Ardani mengungkapkan, Pemkot berencana memperluas pelaksanaan CFD secara bertahap ke tujuh kecamatan.
Menurutnya, konsep CFD ke depan tidak hanya menjadi ruang olahraga, tetapi juga dikembangkan sebagai pusat pelayanan publik, promosi pariwisata, hingga pemberdayaan pelaku UMKM.
“Ke depan kita ingin menjadikan CFD sebagai daya tarik wisata. Orang bisa olahraga, jajan, sekaligus mengakses berbagai pelayanan publik,” ujarnya.
Ervin menjelaskan, berbagai layanan pemerintah seperti pelayanan imigrasi, perizinan, hingga layanan instansi lainnya direncanakan hadir di kawasan CFD agar masyarakat dapat mengurus berbagai kebutuhan pada akhir pekan.
Setiap penyelenggaraan CFD di Serpong, kata dia, mampu menarik belasan ribu pengunjung. Tingginya jumlah pengunjung menjadi dasar pemerintah mengkaji perluasan lokasi CFD ke kecamatan lain dengan tetap memperhatikan kesiapan infrastruktur jalan dan rekayasa lalu lintas.
Selain itu, Pemkot Tangsel juga mulai mengkaji pelaksanaan Car Free Night sebagai alternatif ruang publik baru yang tetap memperhatikan kenyamanan masyarakat serta kelancaran arus kendaraan.
CFD juga memberikan dampak ekonomi bagi pelaku usaha. Sekitar 250 UMKM rutin berpartisipasi pada setiap penyelenggaraan, baik yang merupakan binaan Dinas Koperasi dan UMKM maupun peserta yang memperoleh kesempatan melalui program golden ticket bagi pelaku usaha kreatif dan pendukung gerakan ramah lingkungan.
Dengan pengembangan tersebut, Pemkot Tangsel berharap CFD tidak hanya menjadi ajang olahraga, tetapi juga mampu menggerakkan ekonomi lokal, memperluas akses pelayanan publik, serta membangun budaya hidup bersih dan ramah lingkungan di tengah masyarakat. (*)










