TANGERANG, BANTENEKSPRES.CO.ID – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Tangerang menjadi MUI tingkat kabupaten/kota pertama di Banten yang memulai implementasi Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2015. Langkah tersebut ditandai dengan Kick Off Meeting, penandatanganan komitmen bersama, serta pelatihan Awareness and Understanding ISO 9001:2015 yang diikuti seluruh jajaran pengurus, di Gedung MUI Kota Tangerang, Sabtu 1 Agustus 2026.
Kegiatan diawali dengan penandatanganan komitmen bersama oleh Ketua Umum, Wakil Ketua Umum, Sekretaris Umum, Bendahara Umum, serta para ketua bidang MUI Kota Tangerang. Komitmen tersebut menjadi bukti keseriusan seluruh pengurus dalam menerapkan sistem manajemen mutu yang profesional, modern, dan berkelanjutan.
Ketua Umum MUI Kota Tangerang, KH Ahmad Baijuri Khatib, mengatakan penerapan ISO merupakan ikhtiar organisasi untuk membangun sistem kerja yang lebih tertata, terukur, dan akuntabel.
Menurutnya, MUI sebagai khodimul ummah (pelayan umat), mitra pemerintah (shodiqul hukumah), dan pelindung umat (himayatul ummah) harus terus meningkatkan kualitas pelayanan, baik kepada pengurus maupun masyarakat.
“Hari ini adalah kick off, artinya kita memulai. Penerapan ISO 9001:2015 ini merupakan ikhtiar Majelis Ulama sebagai organisasi untuk menerapkan sistem manajemen yang lebih tertata,” ujarnya kepada bantenekspres.co.id.
Ia menuturkan, prinsip dasar ISO sejatinya selaras dengan nilai-nilai Islam, yaitu memastikan setiap pekerjaan direncanakan, didokumentasikan, dan dilaksanakan secara konsisten.
“Dalam bahasa agama sebenarnya sederhana, tulislah apa yang kamu kerjakan dan kerjakanlah apa yang kamu tulis. Itulah inti dari sistem manajemen yang ingin kita bangun,” katanya.
Baijuri mengungkapkan, MUI Kota Tangerang menjadi MUI tingkat kabupaten/kota pertama di Indonesia yang menerapkan ISO 9001:2015. Ia berharap langkah tersebut dapat menjadi inspirasi bagi MUI di berbagai daerah dalam memperkuat tata kelola organisasi.
Menurutnya, secara administratif MUI Kota Tangerang telah memiliki fondasi yang baik. Ia memaparkan selama hampir satu dekade, laporan pengelolaan hibah organisasi selalu memperoleh predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP), sehingga implementasi ISO lebih difokuskan pada penyempurnaan dokumen dan standar operasional. Targetnya, proses implementasi selesai pada akhir 2026.
Sementara itu, Ketua Umum MUI Provinsi Banten, KH A. Bazari Syam, mengapresiasi langkah yang dilakukan MUI Kota Tangerang. Menurutnya, penerapan ISO menjadi bukti bahwa organisasi ulama mampu mengelola organisasi secara profesional dan mengikuti standar internasional.
“Langkah ISO ini sebenarnya langkah yang paling strategis untuk meyakinkan umat, bahwa MUI itu bukan organisasi yang abal-abal, tapi organisasi yang modern, yang patuh pada rambu-rambu aturan,” ujarnya.
Ia menyebut MUI Kota Tangerang merupakan MUI kabupaten/kota pertama di Banten, bahkan berpeluang menjadi yang pertama di Indonesia yang menerapkan ISO 9001:2015.
“Insyaallah gerakan yang dilakukan oleh MUI Kota Tangerang ini akan menjadi motivasi bagi seluruh MUI kabupaten/kota di Indonesia untuk melakukan hal yang sama,” katanya.
Pada kesempatan itu, Bazari juga mengajak masyarakat menjelang HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia untuk menjaga persatuan dan kesatuan serta memperbanyak doa dan istigasah sebagai bentuk ikhtiar bersama memohon keselamatan bagi bangsa dan negara. (*)










