Perkuat Tata Kelola Pemerintahan, Pemkot Tangerang Rotasi Mutasi 102 Pejabat

Wali Kota Tangerang Sachrudin melantik 102 Pejabat yang dirotasi dan mutasi di Aula Al-Amanah lantai 5 Puspemkot Tangerang, Jumat (31/7). Dhuyuf/bantenekspres.co.id.

TANGERANG, BANTENEKSPRES.CO.ID – Pemerintah Kota Tangerang melakukan rotasi, mutasi, dan promosi terhadap 102 pejabat di lingkungan pemerintah daerah sebagai upaya memperkuat tata kelola pemerintahan sekaligus mengisi sejumlah jabatan yang kosong. Pelantikan dipimpin langsung Wali Kota Tangerang, Sachrudin, yang menegaskan langkah tersebut merupakan kebutuhan organisasi agar roda pemerintahan berjalan lebih efektif.

Sebanyak 102 pejabat yang dilantik terdiri atas Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, Administrator, Pengawas, serta dokter yang diberi tugas tambahan sebagai Kepala UPTD Puskesmas.

Bacaan Lainnya

Sachrudin menyampaikan pelantikan bukan sekadar perpindahan jabatan atau kenaikan pangkat, tetapi merupakan amanah yang harus dijalankan dengan penuh integritas, profesionalisme, dan tanggung jawab.

Ia meminta seluruh pejabat yang dilantik menjadikan nilai-nilai dasar ASN Berakhlak sebagai budaya kerja serta menjadi pemimpin perubahan yang mampu memperkuat kolaborasi, mendorong inovasi, dan meningkatkan kualitas pelayanan publik.

Usai pelantikan, Sachrudin menjelaskan bahwa rotasi dan mutasi dilakukan untuk memenuhi kebutuhan organisasi sekaligus mengisi kekosongan jabatan di berbagai tingkatan.

“Yang pertama saya mengucapkan selamat kepada para pejabat yang baru saja dilantik. Yaitu Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, Administrator, Pengawas, dan dokter yang ditugaskan sebagai Kepala Puskesmas sebanyak 102 orang. Ini memang merupakan sebuah kebutuhan organisasi karena ada kekosongan, baik di Eselon II, III maupun IV, sehingga kita memerlukan rotasi dan promosi,” ujarnya, Jumat (31/7).

Ia menambahkan, seluruh jabatan strategis di tingkat Eselon II kini telah terisi sehingga diharapkan mampu mendukung efektivitas penyelenggaraan pemerintahan.

“Ya, kita di Eselon II sudah isi kekosongannya. Mudah-mudahan berjalan efektif,” katanya.

Menurut Sachrudin, rotasi dan mutasi juga menjadi bagian dari penyegaran organisasi agar kinerja aparatur sipil negara terus meningkat.

“Alasannya itu kebutuhan. Tidak boleh ada kekosongan. Dan mutasi pun sebagai kebutuhan juga dalam rangka penyegaran, meningkatkan kinerja, juga menambah semangat para pegawai,” ungkapnya.

Ia berharap para pejabat yang baru dilantik dapat segera beradaptasi dengan tugas barunya dan mengutamakan pelayanan kepada masyarakat.

“Kepada pejabat yang baru saja dilantik agar dapat melaksanakan tugasnya dengan sebaik-baiknya, dengan penuh dedikasi, tanggung jawab, dan memberikan pelayanan kepada masyarakat yang terbaik,” tutupnya. (*)

Pos terkait